SUMBAWA BESAR, samawarea.com (9 Februari 2026) – Menghadapi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan membimbing umat Islam agar dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk serta memperkuat kualitas keimanan dan ketahanan sosial keagamaan.
Ketua MUI Kabupaten Sumbawa, H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov, dalam rapat pengurus MUI yang digelar Ahad (8/2) di Kantor MUI, menyampaikan bahwa tantangan umat saat ini semakin kompleks, salah satunya adalah kecanduan media sosial yang berpotensi menggerus kualitas ibadah dan interaksi sosial.
Karena itu, MUI mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan media digital, terutama selama Ramadan, dengan memperbanyak konten yang mendidik, inspiratif, dan bernilai ibadah.
“Walaupun hanya satu menit, jika konsisten mengisi beranda Facebook, Reels, Instagram, atau TikTok dengan pesan keislaman, insya Allah akan sangat bermanfaat,” ujar Dea Guru Faisal Salim.
Selain isu pemanfaatan media sosial, MUI juga menyoroti pentingnya pengelolaan serta pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang tepat sasaran, sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku.
Dalam rangka memperkuat peran dakwah, MUI menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antar lembaga serta organisasi kemasyarakatan Islam. Setiap komisi di jajaran MUI diharapkan memiliki minimal satu program unggulan yang memberikan dampak langsung bagi umat.
Tak hanya itu, MUI juga membuka ruang kerja sama dengan Pemerintah Daerah maupun dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan umat selama Ramadan.
Melalui langkah-langkah tersebut, MUI berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial umat Islam, sekaligus memperkuat persatuan bangsa dalam bingkai keislaman dan kebangsaan. (SR)






