Hilirisasi Ayam Terintegrasi Buka 1,46 Juta Lapangan Kerja Baru

oleh -89 Dilihat

MALANG, samawarea.com (8 Februari 2026) Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memulai langkah besar dalam penguatan pasokan protein nasional melalui program Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang ditandai dengan groundbreaking di enam titik lokasi di Indonesia, Jumat (6/2/2026) lalu. Salah satu lokasi strategis proyek bernilai investasi sekitar 7 miliar dolar AS tersebut berada di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Groundbreaking pusat kegiatan dilaksanakan secara hybrid dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan diikuti oleh lima daerah lainnya, yakni Bone (Sulawesi Selatan), Gorontalo Utara (Gorontalo), Paser (Kalimantan Timur), Sumbawa (NTB), dan Lampung Selatan (Lampung).

Program ini diinisiasi langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam memastikan swasembada protein hewani berjalan aman, berkelanjutan, dan merata, terutama untuk menopang kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus meningkat.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang ayam, melainkan penguatan ekosistem perunggasan dari hulu hingga hilir.

“Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, ekosistem yang dibangun mencakup pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), penguatan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, sistem kesehatan hewan, rumah potong unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga sistem logistik dan pemasaran.

Pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan sekitar Rp 20 triliun dari Danantara. Selain itu, tersedia akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp 50 triliun bagi peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.

Direktur Utama ID Food, Gimoyo, menyatakan BUMN pangan akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa proyek hilirisasi ayam ini merupakan bagian dari enam proyek hilirisasi strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden.

“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata Rosan.

Dari program ini, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. Dampaknya, program ini diperkirakan mampu menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp 81,5 triliun per tahun.

Selain aspek ekonomi, pasokan tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG, sekaligus berkontribusi pada penurunan angka stunting dan kemiskinan di Indonesia.

Masuknya Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu lokasi fase pertama menegaskan posisi daerah ini sebagai kawasan strategis pengembangan sektor peternakan nasional berbasis hilirisasi terintegrasi. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *