Oleh: Iwan Febrian Vegan (Dewan Pendiri Ecosufi)
Pendahuluan
Transformasi pelayanan rumah.sakit merupakan.suatu keniscayaan. Disatu sisi rumah sakit dituntut oleh Undang-Undang.Rumah Sakit dan masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik.( service.excellence)
Standard Pelayanan Prima
Berbagai istilah digunakan untuk membangun sistem pelayanan terbaik dibidang kesehatan. Standard pelayanan memiliki indikator sebagai nilai-nilai dan benchmarking. Manajemen rumah sakit adalah proses mengelola dan mengorganisir sumberdaya rumah sakit untuk mencapai tujuan utama yaitu memberikan pelayqnan kesehatan yang berkualitas dan aman kepada.konsumen.
Beberapa aspek penting dalam pengelolaan rumah sakit:
– Perencanaan Strategis; Menentukan visi, misi dan tujuan rumah sakit serta mengembangkan strategi untuk mencapainya.
– Manajemen Sumberdaya Manusia; mengelola staf medis, nòn-medis dan administrasi untuk memastikan ketersediaan.sumberdaya yang cukup dan berkualitas.
– Manajemen Keuangan: mengelola keuangan rumah sakit untuk memastikan ketersediaan dana dan efisiensi penggunaan sumberdaya.
– Manajemen Pelayanan: mengelola pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, termasuk kualitas, keselamatan dan lepuasan pasien.
– Manajemen Risiko: mengidentifikasi dan mengelola.risiko yang terkait dengan pelayanan keaehatan, seperti infeksi nosokomial, kesalahan medis dan lain-lain.
Dalam praktek pelayanan rumah sakit ada.4 Tipe yang disesuaikqn dengan kemampuan dan fasilitas yang.dimiliki, yakni Tipe A, B, C dan D.
– Rumah sakit Tipe.A; Rumah Sakit yang memiliki kemampuan dan fasilitas yang sangat lengkap,.termasuk fasilitas speaialis dan subspesialis, serta kemampuan melakukan penelitian dan pendidikan kedokteran. Contoh; Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Jumlah dokter spesialis dan subspesialis misalnya subspesialis jantung anak. RS Tipe.A juga didukung fasilitas seperti ICU, ICCU, CT Scan, MRI dan lainnya. Kemampuan melakukan operasi yang lebih kompleks.
– Rumah Sakit Tipe.B; Rumah Sakit yang memiliki kemampuan dan fasilitas yang lengkap, termasuk fasilitas spesialis, tetapi.tidak memiliki kemampuan melakukan penelitian.dan pemdidikan kedokteran. Contoh, Rumah Sakit Dokter Soetomo di Surabaya.
– Rumah Sakit Tipe C: Rumah Sakit yang memiliki kemampuan dan fasilitas yang lebih terbatas, tetapi masih dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan baik. Contoh, Rumah Sakit Kabupaten (RSUD)
– Rumah Sakit.Tipe.D; Rumah Sakit yqng memiliki kemampuan dan fasilitas sangat terbatas, biasanya hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar.
Best Practice RSJMM Bogor
Rumah Sakit Jiwa Marzuki.Mahdi (RSJMM) adalah rumah sakit jiwa Ti pe A yang menjadi rujukan nasional untuk kesehatan mental dan layanan narkoba. Berdiri sejak 1882, RSJMM memiliki kapasitas 590 tempat tidur dan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti Laboratorium, Radiologi dan.UGD.
Layanan unggulan yang disediakan meliputi:
– Klinik Simpati: layanan untuk pasien yang mengalami gangguan mental.
– Rehabilitasi NAPZA: layanan untuk pasien dengan ketergantungan narkoba
– Rehabilitasi Psikososial, pasien dengan gangguan gerak (Parkinson), Distonia dan lainnya.
– Layanan Non-Psikiatri; Layanan kesehatan umum seperti penyakit dalam, jantung dan ginekologi.
RSJMM dapat dikelompokkan sebagai Rumah Sakit Jiwa terbaik di Indonesia. Pelayanannya responsif, ramah dan cepat. Bagian Farmasi yang sangat terampil, cepat dan profesional terintegrasi dengan layanan BPJS JKN maupun BPJS PBI JKN. Kemudian didukung oleh ketersediaan obat di Apotik Zentrum.
___________
Iwan Febrian Vegan, adalah peneliti dan penulis. Menulis buku dan artikel.






