MATARAM, samawarea.com (21 Januari 2026) — Kabupaten Sumbawa akan memasuki usia ke-67 tahun pada 22 Januari 2026 mendatang. Momentum hari jadi ini menjadi ruang refleksi sekaligus harapan besar dari berbagai elemen masyarakat demi kemajuan daerah ke depan.
Salah satu harapan tersebut disampaikan Syamsul Fikri AR, S.Ag., M.Si, putra daerah Sumbawa yang kini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Legislator Partai Demokrat ini juga merupakan Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD NTB sekaligus Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB.
Sebagai wakil rakyat asal Dapil V Sumbawa–Sumbawa Barat, Syamsul Fikri menegaskan bahwa hal paling mendasar yang harus dimiliki seorang pemimpin Sumbawa adalah kemampuan memahami kondisi dan kebutuhan riil masyarakat.
“Pemimpin Sumbawa harus betul-betul mengerti apa yang dirasakan masyarakatnya. Jangan hanya melihat dari balik meja, tapi harus memahami langsung detak jantung rakyat,” tegasnya.
Ia berharap, Kabupaten Sumbawa ke depan dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di NTB, baik dari sisi tata kelola pemerintahan maupun keharmonisan politik.
Menurutnya, pemerintahan yang kuat hanya dapat terwujud jika hubungan antara eksekutif dan legislatif berjalan secara simetris dan saling menghargai. Tidak boleh ada sekat yang justru menghambat percepatan pembangunan.
“Hubungan antara pemerintah daerah dan DPR harus saling menghormati. Jangan sampai ada ego sektoral yang membuat pembangunan tersendat,” ujarnya.
Selain itu, Syamsul Fikri juga mengingatkan pentingnya kekompakan antara Bupati dan Wakil Bupati. Pembagian tugas yang jelas dan saling memahami dinilai menjadi kunci agar roda pemerintahan berjalan optimal.
“Kalau Bupati dan Wakil Bupati kompak, bekerja sama dengan baik, maka masyarakat akan tersenyum. Birokrasi pun akan berjalan seimbang dan tidak timpang,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa tersebut.
Ia menilai, keharmonisan pimpinan daerah juga penting untuk menghindari berbagai praduga negatif di tengah masyarakat terkait isu disharmoni kepemimpinan.
Menanggapi kinerja pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Jarot–Ansori, Syamsul Fikri menilai masih terlalu dini untuk memberikan penilaian secara menyeluruh. Pasalnya, pemerintahan tersebut belum genap berjalan satu tahun.
“Secara objektif, hasil pemerintahan itu baru bisa dilihat secara efektif setelah berjalan sekitar tiga tahun,” katanya.
Meski demikian, ia menilai pemerintahan Jarot–Ansori saat ini sudah berada di jalur yang benar (on the track) dan menunjukkan kinerja yang cukup baik. Ia berharap, kepemimpinan saat ini dapat mengikuti jejak pemerintahan Husni–Mo’ yang dinilainya sukses menghadirkan pembangunan signifikan selama dua periode.
Ke depan, Syamsul Fikri mendorong agar Jarot–Ansori lebih aktif menjemput peluang anggaran dari pemerintah pusat demi meningkatkan pembangunan di Kabupaten Sumbawa.
“Jangan ragu menjemput bola ke pusat. Pembangunan Sumbawa harus bisa melampaui capaian sebelumnya,” dorongnya.
Syamsul Fikri mengingatkan agar para pemimpin daerah tidak sibuk memikirkan kontestasi politik ke depan, termasuk wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
“Tidak usah berpikir soal dipilih oleh siapa. Fokuslah bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat, karena di situlah letak amanah yang sebenarnya,” pungkasnya. (SR)






