Putus Diterjang Banjir, Jembatan Perigi Rampung 10 Hari

oleh -232 Dilihat

LOMBOK TIMUR, samawarea.com (16 Januari 2026) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung meninjau jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak parah akibat banjir. Kunjungan pada Jumat (16/1/2026) tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana.

Jembatan Perigi merupakan jalur utama penghubung Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya. Infrastruktur ini menjadi urat nadi mobilitas warga, mulai dari akses anak sekolah, guru, layanan kesehatan menuju Puskesmas, hingga jalur distribusi hasil pertanian seperti jagung, srikaya, dan komoditas lainnya. Jalur ini disebut menopang perputaran ekonomi masyarakat hingga miliaran rupiah setiap tahun.

Setibanya di lokasi, Gubernur Iqbal disambut antusias masyarakat bersama Kepala BPBD Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial Lombok Timur. Jembatan tersebut kini telah rampung dan siap digunakan kembali.

Gubernur menegaskan, penanganan pascabanjir harus berorientasi pada pemulihan cepat kehidupan masyarakat. Jembatan darurat yang dibangun menggunakan Jembatan Bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter itu dipinjam dari Pangdam IX/Udayana, dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.

“Fokus kita sekarang adalah menormalisasi kehidupan masyarakat. Jembatan Bailey ini bisa cepat selesai berkat dukungan TNI. Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaannya dipercepat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu mobilisasi. Dalam masa darurat, warga bahkan sempat membuat akses sementara dari bambu. Berkat kerja cepat lintas pihak, jembatan akhirnya bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari. Gubernur juga meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur demi keselamatan pengguna.

Respons cepat pemerintah disambut rasa syukur warga. Sidik, warga Desa Perigi, mengaku tak menyangka penanganan bisa secepat ini.

“Kami tidak menyangka bisa secepat ini. Biasanya janji lama ditepati, tapi sekarang seperti mimpi. Alhamdulillah jembatan sudah jadi,” ujarnya haru.

Usai dari Perigi, Gubernur Iqbal melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit untuk meninjau jembatan yang juga putus akibat banjir. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.

Menurut Gubernur, akses ini sangat vital karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi warga. Terlebih, Lendang Nangka Utara merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi.

“Ini harus segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur. Harus ada solusi, baik sementara maupun permanen,” tandasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur NTB juga melaksanakan Sholat Jumat dan bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Lendang Nangka Utara. Ia mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong, terutama dalam membersihkan saluran dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai langkah pencegahan bencana ke depan.

Di dua lokasi kunjungan, Gubernur NTB turut menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir yang disalurkan melalui Dinas Sosial P3A Provinsi NTB dan Baznas Provinsi NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, memastikan penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk Pulau Sumbawa, akan didukung melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026, sesuai tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.

Dalam waktu dekat, Gubernur NTB dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak banjir di Pulau Sumbawa. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *