SUMBAWA BESAR, samawarea.com (17 Januari 2026) – Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah berlangsung khidmat di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa, Jum’at (16/1/2026) malam. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama masyarakat ini diawali dengan pelaksanaan shalat Maghrib berjama’ah, menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, mantan Bupati Sumbawa periode 2021–2025 Drs. H. Mahmud Abdullah, pimpinan dan anggota DPRD, Sekda, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jama’ah Masjid Agung Nurul Huda.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini diisi tausiyah oleh Dea Guru Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar perjalanan luar biasa Rasulullah SAW, melainkan peristiwa spiritual yang sarat makna, yang hadir setelah fase terberat dalam kehidupan Nabi, yakni wafatnya istri tercinta Khadijah ra.
“Dari kesedihan yang mendalam, Allah SWT memuliakan Rasulullah SAW dengan perjalanan bertemu langsung dengan-Nya. Puncaknya adalah perintah shalat, yang menjadi fondasi utama kehidupan umat Islam,” ungkapnya.
Dea Guru Syukri menekankan bahwa perjalanan Isra’ Mi’raj dimulai dari masjid ke masjid, sebagai simbol kemuliaan tempat ibadah. Ia mengingatkan bahwa shalat adalah tiang agama dan merupakan mi’rajnya kaum muslimin. Karena itu, masjid tidak boleh hanya ramai saat peringatan hari besar Islam.
“Dengan ratusan masjid di Kabupaten Sumbawa, mari kita hidupkan shalat berjama’ah. Jadikan masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan akhlak, dan penguatan ukhuwah,” ajaknya.
Dalam rangkaian acara tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di Sumatera. Donasi yang dihimpun dari masyarakat Sumbawa mencapai Rp 11.752.000, sementara BAZNAS Kabupaten Sumbawa turut menyalurkan bantuan sebesar Rp 50.000.000. Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Sumbawa terhadap sesama.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa sejak awal kepemimpinannya telah mencanangkan gerakan shalat Subuh berjama’ah sebagai bagian dari upaya membangun fondasi spiritual masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai Isra’ Mi’raj harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tidak sekadar diperingati secara seremonial. “Shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sarana membentuk ketenangan jiwa, disiplin, dan kejujuran yang berdampak pada kualitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan falsafah hidup masyarakat Sumbawa Takit Ko Nene Kangila Boat Lenge, yakni takut kepada Allah dan malu berbuat keburukan. (SR)






