SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Januari 2026) – Peta kerentanan pangan di Kabupaten Sumbawa berubah drastis. Dari sebelumnya 12 desa yang masuk kategori rentan pangan, kini hanya tersisa dua desa. Penurunan tajam ini mencerminkan membaiknya kondisi ketahanan pangan dan akses masyarakat terhadap sumber pangan.
Berdasarkan Analisis Ketahanan Pangan tahun 2025 untuk tahun 2026, dua desa yang masih masuk kategori rentan pangan yakni Desa Mungkin di Kecamatan Orong Telu (prioritas dua) dan Desa Buin Baru di Kecamatan Buer (prioritas tiga). Sebelumnya, pada analisis tahun 2024 untuk tahun 2025, tercatat 12 desa di enam kecamatan berada pada kategori rentan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir Ahmad Yani melalui Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Syaihuddin, SP mengatakan penurunan tersebut menandai adanya perbaikan nyata di sejumlah wilayah.
“Dari 12 desa, kini tinggal dua desa yang masih berada pada kategori prioritas dua dan tiga. Ini menunjukkan kondisi ketahanan pangan kita semakin membaik,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (15/1).
Meski demikian, Syaihuddin mengakui dua desa tersebut masih menghadapi persoalan mendasar. Desa Mungkin terkendala akses antarwilayah, minim sarana penyedia pangan, krisis air bersih, serta keterbatasan tenaga kesehatan. Wilayah ini juga masuk kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Sementara Desa Buin Baru menghadapi rendahnya rasio lahan pertanian, keterbatasan fasilitas ekonomi, tingkat kesejahteraan masyarakat yang masih rendah, serta akses air bersih yang belum memadai.
Pemda Sumbawa, lanjut Syaihuddin, terus melakukan intervensi melalui program pangan murah, bantuan tunai langsung, serta dukungan lintas sektor lainnya untuk menekan kerentanan pangan di dua desa tersebut.
Ia menegaskan, penetapan desa rentan pangan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan beras atau bahan pangan semata, tetapi melalui penilaian komprehensif berbagai indikator.
“Mulai dari akses jalan, sarana prasarana, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga ketersediaan air bersih,” tegasnya.
Secara umum, kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa dinilai sangat baik. Potensi sumber daya alam yang luas dan subur, ditopang sektor pertanian, peternakan, serta UMKM, menjadi modal kuat menuju daerah yang semakin tahan pangan. (SR)






