MATARAM, samawarea.com (18 Januari 2026) – Kota Mataram kembali memiliki destinasi kuliner dan hiburan baru. Kali ini hadir Kampung Pas, pusat jajanan rakyat dan live music yang dikelola langsung oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), berlokasi di Jalan Majapahit, Mataram.
Kawasan Kampung Pas tersebut diresmikan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal, Sabtu (17/1/2026). Kampung Pas ditata sebagai ruang kuliner rakyat yang dipadukan dengan hiburan musik langsung, sehingga menawarkan suasana santai dan berbeda dari tempat kuliner lainnya di Kota Mataram.
Gubernur Iqbal menyampaikan, kehadiran Kampung Pas merupakan bentuk nyata pembinaan dan pemberdayaan warga binaan, sekaligus membuka ruang ekonomi yang inklusif dan produktif. Menurutnya, pembangunan berbasis kolaborasi seperti ini perlu terus didorong agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kemandirian ekonomi.
Keunikan Kampung Pas tidak hanya terletak pada ragam jajanan dan hiburannya, tetapi juga pada proses pembangunannya. Kampung Pas merupakan inisiatif warga binaan Lapas yang dikolaborasikan dengan pihak Lapas di NTB serta melibatkan berbagai elemen dan komunitas di Kota Mataram.
Seluruh area Kampung Pas dimanfaatkan oleh pelaku usaha lokal. Beragam stand makanan dan minuman ditata dengan konsep sederhana namun rapi, menciptakan suasana yang nyaman dan ramah bagi pengunjung. Akses lokasi yang mudah serta ketersediaan area parkir turut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang bersama keluarga maupun komunitas.
Kampung Pas diharapkan tidak hanya menjadi tempat bersantai dan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga, khususnya warga binaan Lapas. Kehadiran kawasan ini membuka peluang usaha, memperkuat kolaborasi sosial, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis komunitas.
Bagi warga Kota Mataram dan sekitarnya yang mencari tempat nongkrong dengan suasana santai, hiburan musik, serta pilihan kuliner yang beragam, Kampung Pas menjadi destinasi baru yang patut dikunjungi. Selain menikmati sajian dan suasana, pengunjung juga ikut berkontribusi dalam mendukung perekonomian warga lokal dan warga binaan. (SR)






