Dukung Proyek Industri Unggas Terintegrasi, Zohran: Ini Langkah Besar Jarot-Ansori untuk Transformasi Ekonomi Daerah

oleh -351 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (5 Januari 2026) – Rencana ground breaking Proyek Integrated Poultry Industry (Industri Unggas Terintegrasi) di kawasan BPHMT Serading mendapat sambutan positif dari DPRD Kabupaten Sumbawa. Melalui Komisi II, DPRD menyatakan dukungan penuh terhadap proyek strategis nasional tersebut karena dinilai sejalan dengan potensi dan karakteristik sumber daya alam (SDA) di Tana Samawa.

Sekretaris Komisi II DPRD Sumbawa, H. Zohran, SH, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa, khususnya Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, yang dinilai berhasil “menjemput” program nasional bernilai investasi fantastis tersebut ke daerah.

Menurut Zohran, kehadiran industri unggas terintegrasi merupakan jawaban atas persoalan klasik di sektor pertanian dan peternakan Sumbawa. Selama ini, hasil pertanian seperti jagung dan residu pertanian lainnya lebih banyak dijual ke luar daerah dalam bentuk mentah dengan nilai tambah yang rendah.

“Kami di Komisi II memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Proyek ini sangat berkaitan erat dengan hasil SDA kita sebagai bahan baku pakan ternak. Selama ini bahan dasar pakan sering diolah di luar daerah, sekarang dengan adanya industri terintegrasi, semuanya bisa dikelola di dalam daerah,” ujar Zohran, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, konsep industri unggas terintegrasi tersebut akan melibatkan petani dan peternak lokal secara langsung. Jagung sebagai komoditas unggulan Sumbawa, termasuk residu pertanian padi seperti dedak, tidak lagi keluar daerah tanpa memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal.

“Semua residu pertanian, termasuk dedak, akan kita gunakan sendiri sebagai bahan baku. Jadi tidak ada lagi yang terjual mentah ke luar daerah. Kita kelola di dalam daerah untuk kepentingan peternak kita sendiri,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.

Dengan skema pembangunan yang mencakup empat unit di Kabupaten Sumbawa dan menjadi bagian dari total investasi Rp 1,37 triliun di NTB, Zohran menilai penetapan Sumbawa sebagai salah satu lokasi proyek merupakan keputusan yang sangat tepat dan objektif.

“Proyek ini mengarah pada industri unggas terintegrasi yang sangat berkaitan erat dengan sektor pertanian kita. Jadi sudah sangat pantas proyek nasional ini ditempatkan di Kabupaten Sumbawa,” tambahnya.

Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang peternakan dan keuangan, Komisi II DPRD Sumbawa menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan lancar dan benar-benar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Dukungan legislatif ini dinilai penting guna memastikan sinergi kebijakan penganggaran daerah dengan program strategis nasional yang direncanakan akan di-launching langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kami di Komisi II sangat mendukung program ini. Ini langkah besar untuk transformasi ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Sumbawa,” pungkas Zohran. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *