Dukcapil Sumbawa Jemput Bola, Perekaman KIA Terus Dikebut

oleh -465 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 Januari 2026) Perekaman Kartu Identitas Anak (KIA) di Kabupaten Sumbawa terus digenjot. Hingga pertengahan Januari 2026, capaian perekaman KIA baru menyentuh angka 57,33 persen atau sebanyak 78.151 anak dari total 136.318 anak berusia 1 hari hingga di bawah 17 tahun.

Untuk mempercepat pencapaian tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sumbawa menerapkan strategi jemput bola, dengan menurunkan petugas langsung ke sekolah-sekolah, mulai dari TK, SD hingga SMP di seluruh wilayah Sumbawa.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa, Varian Bintoro, mengatakan bahwa selain pelayanan langsung ke sekolah, pihaknya juga aktif melakukan sosialisasi pentingnya KIA ke satuan pendidikan dengan dukungan Garda Adminduk.

“Selain perekaman langsung ke sekolah, kami juga melakukan sosialisasi ke TK hingga SMP agar masyarakat semakin memahami pentingnya KIA,” ujar Varian saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/1).

Menurut Varian, Dukcapil juga menjalin kerja sama dengan pemerintah desa melalui Sistem Layanan Administrasi Kependudukan Online (Silamo) guna mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan, termasuk KIA.

“Kami bekerja sama dengan desa melalui Silamo supaya masyarakat tidak kesulitan mengurus administrasi kependudukan, termasuk KIA,” jelasnya.

Ia menegaskan, KIA kini menjadi dokumen penting bagi anak-anak. Selain untuk administrasi kependudukan, KIA juga dibutuhkan dalam berbagai keperluan lain.

“Sekarang KIA sangat penting. Untuk masuk sekolah harus memiliki KIA, bahkan anak yang akan naik pesawat juga diwajibkan memiliki KIA,” ungkap Varian.

Dari total anak yang berhak memperoleh KIA di Kabupaten Sumbawa, masih terdapat lebih dari 58 ribu anak yang belum melakukan perekaman. Karena itu, Dukcapil mengimbau orang tua agar segera mengurus KIA bagi anaknya.

Untuk menuntaskan perekaman KIA, Dukcapil tidak hanya menggandeng pemerintah desa, tetapi juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi seperti Pramuka dan Komite Olahraga.

“Target kami tahun ini perekaman KIA bisa mencapai 70 hingga 80 persen,” kata Varian optimis.

Dalam mekanisme pengurusan, KIA dapat dilakukan secara kolektif maupun mandiri. Untuk perekaman kolektif di sekolah, KIA yang sudah dicetak akan diserahkan melalui pihak sekolah untuk dibagikan kepada siswa. Sementara bagi masyarakat yang mengurus secara mandiri, prosesnya relatif cepat.

“Kalau datang mengurus sendiri, prosesnya bisa selesai satu hari dan langsung diterima, selama tidak ada gangguan pada peralatan,” pungkas Varian. (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *