SUMBAWA BESAR, samawarea.com (18 Januari 2026) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi meluncurkan Bale Mula, Sabtu (17/1/2026) malam di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sumbawa ke-67 dan dikemas dalam suasana car free night yang meriah, penuh seni, humor, dan kebersamaan masyarakat.
Bale Mula atau Bale (Rumah) Entrepreneur Muda Milenial merupakan inisiatif strategis pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem ekonomi, khususnya bagi UMKM, pengusaha muda, serta pelaku ekonomi kreatif dan digital di Kabupaten Sumbawa.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, ST., MM, dalam laporannya menjelaskan bahwa Bale Mula dirancang sebagai ruang persiapan dan pengembangan usaha yang berorientasi pada proses. Pada tahap awal, fokus program diarahkan pada pendampingan manajerial, penataan legalitas usaha, serta penajaman arah bisnis pelaku UMKM dan wirausaha muda.
“Setelah pelaku usaha dinilai siap, Bale Mula akan berperan sebagai penghubung dengan pemodal dan mitra usaha, sekaligus dikembangkan ke arah marketplace dan peluang investasi. Bale Mula tidak menjanjikan hasil instan, tetapi membangun proses yang benar agar ekonomi daerah tumbuh secara berkelanjutan,” tegas Ivan.
Peluncuran Bale Mula dilakukan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, disaksikan Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah, Dr. H. Budi Prasetiyo, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, para asisten dan kepala perangkat daerah, mitra perbankan, BUMN, BUMD, komunitas kreatif, pelaku UMKM, serta ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Pahlawan.
Dalam sambutannya, Bupati Haji Jarot menegaskan bahwa di usia ke-67 tahun, Kabupaten Sumbawa harus berani menegaskan arah pembangunan ke depan. Tantangan dunia kerja dan dinamika ekonomi global, menurutnya, menuntut daerah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun manusia, jejaring, dan ekosistem usaha yang kuat.
“Bale Mula kita hadirkan sebagai rumah bersama. Tempat anak-anak muda belajar, mencoba, berkolaborasi, bahkan gagal dan bangkit kembali. Inilah arah baru ekonomi Sumbawa,” tegas Bupati.
Suasana malam peluncuran semakin semarak dengan penampilan symphony band, stand up comedy, bagesa, dan balawas. Menariknya, sejumlah kepala OPD turut tampil dalam sesi stand up comedy. Bahkan, Bupati Sumbawa ikut naik panggung sebagai peserta, disambut gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari masyarakat. Momen ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang membumi dan dekat dengan rakyat.
Penampilan stand up comedy juga diisi oleh Dahlia Akbar (BKMT Kabupaten Sumbawa), Ni Wayan Rusmawati (Kepala Dinas Pertanian), Abu Bakar (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan), Andi Rusni (Anggota DPRD Sumbawa), Andi Rifai (PUSAKA Samawa), Erni (TP PKK Kabupaten Sumbawa), serta Sayuti Melik dan Rudi dari Kecamatan Plampang. Kolaborasi lintas latar belakang ini mempertegas Bale Mula sebagai ruang inklusif tanpa sekat formalitas.
Pada malam yang sama, juga diluncurkan Coffee Night, yakni minum bersama 1.500 cup kopi Sumbawa. Kegiatan ini menjadi simbol kebanggaan terhadap produk lokal sekaligus penegasan potensi ekonomi kopi Sumbawa sebagai komoditas unggulan daerah.
Melalui Bale Mula, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap lahir generasi muda yang berani berwirausaha, kreatif, dan berdaya saing, namun tetap berakar pada potensi lokal. Dengan pendekatan kolaboratif dan pendampingan berkelanjutan, Bale Mula diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Sumbawa yang inklusif dan berkesinambungan. (SR)






