MATARAM, samawarea.com (5 Desember 2025) – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi Provinsi NTB dengan tema “Implementasi Penebusan Pupuk Bersubsidi Menggunakan Kartu Perbankan.”
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec., Dev., dan dihadiri PT Pupuk Indonesia, Bank BRI, Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-NTB, beserta pemangku kepentingan lainnya. Materi tambahan juga dipaparkan oleh BRI dan Kementerian melalui Zoom Meeting.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis yang bertujuan memperkuat tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk penegasan peruntukannya bagi petani dengan luas lahan maksimal 2 hektare dan 10 komoditas prioritas. Komoditas tersebut antara lain padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, kopi, dan tebu.
Salah satu fokus utama rakor adalah implementasi sistem penebusan pupuk bersubsidi berbasis digital, melalui penggunaan KTP pada aplikasi iPubers serta Kartu Tani dalam dashboard Bank BRI. Mekanisme ini telah diimplementasikan di Kabupaten Sumbawa Barat dan ke depan diproyeksikan menjadi model penerapan di kabupaten/kota lainnya.
Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB juga menyampaikan bahwa stok pupuk bersubsidi di wilayah NTB berada pada kondisi aman. Ketersediaan stok memastikan kebutuhan petani mencukupi, dengan dukungan monitoring harian pada seluruh gudang lini III guna mengantisipasi kelangkaan dan menjaga distribusi tetap lancar.
Selain itu, rapat menekankan kewajiban penebusan pupuk secara langsung oleh petani. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ketepatan data, mencegah penyelewengan, serta meningkatkan akuntabilitas dalam proses penyaluran.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama PT Pupuk Indonesia, Bank BRI, dan perangkat daerah terkait menegaskan komitmen untuk memperkuat transparansi, memperluas pemanfaatan teknologi, dan meningkatkan pelayanan pupuk bersubsidi agar semakin tepat sasaran, efisien, serta responsif terhadap kebutuhan petani. (SR)






