MATARAM, samawarea.com (11 Desember 2025) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memantapkan arah pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pedoman Implementasi Pariwisata Berkualitas yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Rabu, 10 Desember 2025, di Hotel Lombok Astoria.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pj Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, dan dihadiri sekitar 70 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, pelaku industri pariwisata, akademisi, asosiasi, pengelola hotel, transportasi wisata, hingga Destination Management Organization (DMO).
Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Mulki, S.STP., yang hadir mewakili Kepala Dinas Pariwisata NTB, menyampaikan bahwa penyusunan pedoman implementasi pariwisata berkualitas menjadi langkah strategis di tengah ketatnya persaingan antar daerah serta meningkatnya tuntutan wisatawan terhadap pengalaman wisata yang aman, berkelanjutan, dan bernilai budaya.
Menurutnya, FGD ini merupakan tahap awal untuk menyatukan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menerapkan standar pariwisata berkualitas di NTB secara terarah dan konsisten.
“Pedoman ini diharapkan menjadi acuan bersama dalam meningkatkan kualitas destinasi dan layanan pariwisata NTB agar mampu bersaing secara nasional maupun global,” ujarnya.
Dalam arahannya, Lalu Mohammad Faozal menegaskan bahwa konsep pariwisata berkualitas tidak semata-mata diukur dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas dan budaya lokal.
“Pariwisata harus menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan dan nilai-nilai budaya. Inilah esensi pariwisata berkualitas yang ingin kita bangun di NTB,” tegasnya.
FGD kemudian dilanjutkan dengan paparan materi mengenai Indonesia Tourism Outlook, arah kebijakan pariwisata NTB, serta pedoman implementasi pariwisata berkualitas yang disampaikan oleh akademisi dan perencana daerah.
Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk mewujudkan pariwisata yang lebih kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju NTB Makmur Mendunia. (SR)






