Malam Budaya dan Lomba Shalawatan “Bagentar Riam Remo” Resmi Bergulir, Taliwang Semarak Nuansa Seni dan Religi

oleh -105 Dilihat

Sjmbawa Barat, Samawarea. Com (8 November 2025 )

Langit malam Taliwang tampak seperti ikut merayakan ketika ribuan warga memadati Lapangan Depan Masjid Agung Darussalam untuk menyaksikan pembukaan Malam Budaya dan Lomba Shalawatan bertema “Bagentar Riam Remo”. Acara yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumbawa Barat ke-22.

Seremonial pembukaan berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., Wakil Bupati Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov, Sekda drh. Hairul, M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus, S.Pd., M.M., jajaran Forkopimda, Kepala BNN, perwakilan Kejaksaan Negeri, Kapolres Sumbawa Barat, serta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam laporannya, Kadis Dikbud Agus menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya selebrasi, tetapi juga ruang pelestarian seni, budaya, dan syiar keislaman di Sumbawa Barat. Lebih dari 27 desa dan 5 kelurahan mengirimkan perwakilan untuk berlaga dalam lomba shalawatan, sementara panggung Malam Budaya menjadi wadah bagi pelajar SD dan SMP menampilkan ragam kreasi seni.
“Ini bukan sekadar hiburan. Ini wadah pembentukan karakter budaya sekaligus ruang ekspresi bagi generasi muda,” ujarnya.

Bupati Amar Nurmansyah dalam sambutannya memberikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang terlibat, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah merancang kegiatan dengan sentuhan edukasi, budaya, dan religius. Ia mengingatkan bahwa rangkaian HUT KSB ke-22 akan terus berlanjut hingga puncaknya pada 20 November 2025.
“Kita ingin setiap momentum perayaan ini menghadirkan nilai, menghadirkan makna. Malam Budaya dan Lomba Shalawatan adalah cara kita memperkuat jati diri dan kebersamaan sebagai masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri,” tegasnya.

Bupati juga menyinggung beberapa agenda yang segera menyusul, termasuk tabligh akbar pada 13 November serta pameran pembangunan mulai 18 November, yang tahun ini diramaikan oleh pelaku UMKM lokal. Stand-stand pameran yang mulai terisi membuat suasana area sekitar lokasi pembukaan semakin hidup.

Puncak seremoni terjadi ketika Bupati secara resmi membuka kegiatan melalui pembacaan basmalah. Tepuk tangan dan lantunan shalawat dari peserta dan penonton menyambut momen tersebut, menandai dimulainya rangkaian acara yang akan berlangsung hingga 17 November 2025.

Dengan semangat kebersamaan dan nuansa religius yang kuat, “Bagentar Riam Remo” diharapkan menjadi arena mempererat silaturahmi antarwarga, menghidupkan kreativitas pelajar, serta memperteguh identitas budaya Kabupaten Sumbawa Barat. Malam pertama pun ditutup dengan penampilan seni para pelajar yang memanjakan mata dan menenangkan hati—membuka lembaran indah rangkaian perayaan HUT KSB ke-22.

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *