MATARAM, samawarea.com (29 November 2025) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka kegiatan Retreat Pejabat Eselon II Pemerintah Provinsi NTB Tahun 2025 di Korem 162/Wira Bhakti, Jumat (28/11).
Agenda yang berlangsung selama dua hari ini dirancang untuk memperkuat soliditas, meningkatkan koordinasi, serta membangun ketahanan mental para aparatur.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa kegiatan retreat bukan merupakan bentuk militerisasi birokrasi, melainkan ruang jeda bagi pejabat untuk memulihkan energi setelah melalui proses panjang pembahasan APBD 2026.
“Teman-teman pasti mengalami stres selama berhari-hari dalam persiapan APBD ini. Maka kegiatan ini adalah take a break, keluar dari rutinitas sehari-hari. Dua hari ini khusus untuk latihan dan membangun kebersamaan,” ujarnya.
Iqbal menilai retreat menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan emosional antarpimpinan perangkat daerah. Menurutnya, koordinasi masih menjadi tantangan terbesar dalam birokrasi sehingga membutuhkan kekompakan dan kedekatan yang lebih erat.
“Barang paling mahal dan paling sulit itu adalah koordinasi. Dengan bekerja dan hidup bersama selama dua hari ke depan, saya berharap ini bisa merekatkan tali emosional dan menguatkan kerja tim,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menekankan pentingnya kesiapan mental aparatur menghadapi dinamika perubahan kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak usah bermimpi melakukan perubahan tanpa cobaan dan gangguan. Maka kita harus tegar dan kuat menjalani perubahan ini,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan retreat ini dapat melahirkan pejabat yang lebih solid, tangguh, dan siap menjadi motor perubahan di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Program tersebut diisi dengan sesi penguatan kapasitas, diskusi, serta berbagai aktivitas team building untuk mempererat kerja sama antarpejabat. (SR)






