Museum Unik di Tengah Sirkuit Mandalika, NTB Kenalkan Budaya Lombok-Sumbawa

oleh -464 Dilihat

MANDALIKA, samawarea.com (3 Oktober 2025) — Di tengah gegap gempita perhelatan MotoGP Mandalika 2025, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meresmikan Museum Civilization Mandalika pada Kamis (2/10/2025). Museum ini hadir sebagai wajah baru integrasi antara ajang balap internasional dan kekayaan budaya lokal dari Pulau Lombok dan Sumbawa.

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, di kawasan Sirkuit Mandalika. Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menyebut museum ini sebagai etalase budaya yang memperkuat identitas NTB sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

“Museum ini memberikan pengalaman berbeda bagi penonton MotoGP. Mereka tak hanya datang untuk balapan, tapi juga untuk mengenal lebih dalam tentang siapa kita dan warisan yang kita miliki,” ujar Gubernur Iqbal.

Acara peresmian juga dihadiri istri Gubernur NTB, Sinta Agathia Iqbal, serta para pelaku pariwisata dan budaya NTB. Antusiasme tinggi turut datang dari berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, yang menyebut museum ini sebagai inovasi dalam memperluas dampak gelaran MotoGP terhadap sektor budaya.

“Museum ini menjadi ruang apresiasi seni, budaya dan sejarah. Harapannya, bisa memperkenalkan peradaban NTB kepada para pengunjung MotoGP yang datang dari seluruh dunia,” jelas Aulia.

Sebagai bagian dari perayaan pembukaan, digelar Pameran Budaya pada 1–5 Oktober 2025, pukul 09.00–17.00 WITA. Pameran ini diinisiasi oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB dan menghadirkan tiga kategori utama.

Yakni, Historical, koleksi Museum NTB dengan narasi sejarah dan peradaban Lombok-Sumbawa. Seni Rupa: Karya pelukis lokal yang menggambarkan identitas visual NTB. Dan, Wastra Tradisional: Kain khas seperti Tembe Nggoli dari Bima dan Kre Alang dari Sumbawa.

Wira Adiputra, perwakilan Dekranasda NTB, menyebut pameran ini sebagai momentum penting untuk menampilkan kekayaan budaya lokal ke hadapan publik internasional yang hadir menyaksikan MotoGP.

Salah satu daya tarik utama museum adalah miniatur tiga dimensi letusan Gunung Samalas, sebuah peristiwa vulkanik besar pada abad ke-13 yang dampaknya tercatat secara global.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa museum tidak hanya menampilkan benda budaya, tetapi juga narasi sejarah yang memiliki resonansi internasional.

“Letusan Samalas adalah peristiwa besar dalam sejarah peradaban manusia. Abu vulkaniknya menyebar hingga hampir menutupi separuh dunia,” ujar Nuralam.

Selain Samalas, museum juga memamerkan koleksi naskah kuno Babat Lombok, Arca Siwa Mahadewa yang ditemukan pasca-letusan, hingga artefak lain dari Lombok dan Sumbawa yang mencerminkan keberagaman budaya NTB.  (SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *