Harga Pangan Terjangkau, GPM Bilebante Diserbu Warga

oleh -346 Dilihat

LOMBOK TENGAH, samawarea.com (10 Oktober 2025) – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar, kali ini menyasar Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Rabu (9/10/2025). Warga desa tampak antusias memadati kantor desa untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

GPM yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan ini menjadi solusi nyata bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses pasar karena jarak yang cukup jauh. Pasar terdekat berada di Kediri dan Pringgarata, sehingga banyak warga biasanya bergantung pada pedagang keliling dan warung kecil.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon, M.Pd, menjelaskan bahwa Desa Bilebante dipilih sebagai lokasi GPM untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus memperingati Hari Pangan Sedunia.

“Pemprov ingin terus mengenalkan program ini ke masyarakat luas. Apalagi lokasi seperti Bilebante memang membutuhkan intervensi distribusi agar harga pangan tetap stabil,” jelasnya.

Melalui sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes), pemerintah mendorong agar distribusi pangan bisa lebih efisien dan langsung menyentuh masyarakat. Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudaliun, menyambut baik program ini dan menyatakan pihaknya tengah merancang revitalisasi BumDes untuk penguatan ketahanan pangan desa.

“Kami alokasikan anggaran dari Dana Desa sebesar Rp250 juta untuk mendirikan kios pangan. Nantinya akan bekerja sama dengan Bulog dan distributor besar,” terang Asrok.

Dalam GPM perdana ini, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang, dan telur ditawarkan dengan harga lebih murah dari pasar. Warga seperti Inaq Yunep (56), yang menjalankan usaha warung makan, membeli stok bumbu dapur untuk beberapa hari ke depan. Sementara Bu Atun (46), seorang guru, memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli beras, minyak goreng, dan telur dalam jumlah besar.

Menariknya, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal. Salah satunya adalah Muhsin, pedagang buah, yang ikut membuka lapak di lokasi GPM.

“Saya ambil buah dari Pringgarata, jual di sini tetap untung walau hanya seribu rupiah per kilo. Tapi lebih ramai,” ungkapnya.

Ratusan warga yang hadir tampak puas dan senang. Harga yang terjangkau serta akses yang dekat membuat GPM di Bilebante disambut semringah oleh masyarakat.

Program seperti ini diharapkan terus berlanjut dan menjangkau desa-desa lain di NTB sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (SR)

 

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *