DPRD Sumbawa Dukung Penuh Regenerasi Seni Tradisi Lewat Program di Museum Bala Datu Ranga

oleh -934 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (13 Agustus 2025) – Program Publik “Belajar Bersama Seniman dan Praktisi di Museum Bala Datu Ranga” mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari dua pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov (Wakil Ketua I) dan Zulfikar Demitry, SH., MH (Wakil Ketua III).

Saat berkunjung di Museum Bala Datu Ranga, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, Selasa (12/8), keduanya menyatakan siap bersinergi dan mendukung penuh upaya pelestarian dan regenerasi seni tradisional Sumbawa.

Menyaksikan langsung kegiatan para siswa dalam program ini memberikan kesan tersendiri bagi keduanya. “Minggu lalu saya baru dari Makassar dan sempat berkunjung ke Museum Balla Lompoa. Meski jauh, saya merasa ada denyut nadi yang sama antara Balla Lompoa dan Bala Datu Ranga ini yaitu adanya semangat, denyut kebanggaan, dan rasa kasih terhadap budaya,” tutur Wakil Ketua III DPRD, Zulfikar Demitry, SH., MH.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I DPRD Sumbawa, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov. Ia menekankan tentang pentingnya regenerasi seni tradisional ini sebagai kegiatan positif di luar jam sekolah yang bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain.

“Program ini harus menyentuh lebih banyak siswa. Tahun ini misalnya baru menyentuh 152 siswa sebagai penerima manfaat, tahun depan harus lebih banyak,” ujarnya.

Didampingi Pembina Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Sumbawa (DKS), Ir.H.Iskandar D, M.Ec.Dev. dan Direktur Museum Bala Datu Ranga, Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A., pertemuan ini diharapkan akan berkesinambungan dengan adanya rancangan master plan pelestarian dan regenerasi seni tradisional Sumbawa yang dapat diimplementasikan, memiliki target jelas, dan aplikatif.

Untuk diketahui, Program Belajar Bersama Seniman dan Praktisi di Museum Bala Datu Ranga didukung empat seniman tradisi Sumbawa yang nama dan jam terbangnya sudah tinggi. Antara lain Meilanie Fitria, S.Pd., M.Sn., lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta yang mengampu kelas Tari Nguri, Hendra Sofyan, S.Sn. sebagai pengampu kelas Gong Genang Serunai, Abdul Hakim, S.Pd sebagai pengampu kelas Satera Jontal; dan Arieffianto, S.Sn. sebagai pengampu kelas Sakeco. Seniman-seniman ini selain sudah sangat mumpuni karirnya di Sumbawa, juga telah melanglang buana di kancah internasional.

Setelah menyaksikan anak-anak latihan, dua pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa duduk bersama dengan para seniman pengampu kelas serta mencoba memainkan alat musik tradisional Sumbawa. Tampak wajah sumringah seolah sinergi merupakan kekuatan baru untuk mengangkat dan menguatkan seni tradisi Sumbawa.

“Semoga sinergi dan kolaborasi antara Museum Bala Datu Ranga dengan berbagai pihak dapat terus berlanjut di masa-masa yang akan datang serta makin banyak pihak yang mendukung inisiatif baik ini,” komentar Yuli Andari Merdikaningtyas, Kepala Museum Bala Datu Ranga. (SR)

 

 

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *