SUMBAWA BESAR, samawarea.com (7 Juli 2025) – Wilayah selatan Kabupaten Sumbawa dikenal memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang sangat menjanjikan. Komoditas unggulan seperti kopi, alpukat, durian, hingga kemiri tumbuh subur di kawasan ini. Sayangnya, keterbatasan infrastruktur jalan selama ini menjadi kendala utama dalam pemasaran hasil produksi tersebut.
Namun, tantangan itu segera teratasi. Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP dan Wakil Bupati Dra., H Mohamad Ansori terus menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan di wilayah selatan.
Tahun 2025 ini, tiga ruas jalan strategis akan dibangun, yaitu ruas Batu Dulang–Tepal, Tepal–Batu Rotok, dan Lenangguar–Teladan. Sementara ruas Teladan–Kelawis akan dikerjakan pada tahun 2026.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot MP kepada samawarea.com, Senin (7/7/25) menegaskan, pembangunan ketiga ruas jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, melainkan bagian dari upaya besar memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Dengan akses jalan yang baik, maka komoditas unggulan seperti kopi, alpukat, durian, dan kemiri akan lebih mudah dipasarkan. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Untuk ruas Batu Dulang–Tepal yang memiliki panjang 24,7 km, saat ini telah tertangani 18,8 km. Sisanya, sepanjang 5,9 km, akan dituntaskan tahun ini. Salah satu fokus utama adalah relokasi jalur di kawasan Brangtreng, yang sudah ditangani oleh Dinas PUPR. Pekerjaan fisik selanjutnya akan dilanjutkan oleh Balai Jalan. Jalan tersebut telah diajukan dengan lebar 30 meter, dan panjang relokasi 600 meter.
Sementara itu, pembangunan ruas Tepal–Batu Rotok sepanjang 11 km akan difokuskan pada pembangunan enam jembatan besar tahun ini, termasuk di kawasan Brang Sabana. Medan berat dan kondisi geografis ekstrem menjadikan proyek ini sangat menantang namun krusial.
Sedangkan untuk ruas Lenangguar–Teladan, setelah 6,4 km ditangani pada 2022, tahun ini akan dilanjutkan sepanjang 7,6 km. Dengan begitu, total 9 km jalan akan terhubung secara optimal, membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dan pasar.
Proyek pembangunan ini juga mendapat dorongan kuat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penanganan Jalan Daerah. Berdasarkan estimasi awal, kebutuhan anggaran untuk ruas Batu Dulang–Tepal mencapai Rp 35 miliar, ruas Tepal–Batu Rotok lebih dari Rp 200 miliar, dan ruas Lenangguar–Teladan diperkirakan sebesar Rp 12–15 miliar. Penetapan nilai pasti anggaran masih dihitung oleh Balai Jalan dan akan ditentukan pada Agustus 2025 mendatang.
Pemkab Sumbawa juga tengah mengusulkan agar pengerjaan proyek dilakukan melalui skema multi-years contract (MYC), mengingat tantangan teknis dan skala pekerjaan yang besar. Adapun untuk ruas Teladan–Kelawis, pengerjaannya ditargetkan pada tahun 2026.
Pembangunan akses jalan ini menjadi harapan baru bagi masyarakat di wilayah selatan, memperkuat konektivitas desa-desa terpencil, dan mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Lebih dari itu, ini menjadi langkah nyata Pemkab Sumbawa dalam membangun fondasi ketahanan pangan dan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (SR)






