SUMBAWA BESAR, samawarea.com (2 Agustus 2024) – Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan perhatian khusus terhadap nasib guru honorer yang bertugas di daerah terpencil. Pasalnya, para guru honorer tersebut kurang mendapat perhatian pemerintah daerah.
Dalam pandangan fraksi yang disampaikan juru bicaranya, Sri Wahyuni S.AP pada Sidan Paripurna belum lama ini, bahwa alokasi tunjangan daerah terpencil bagi guru honorer yang bertugas di Pondok Pesantren wilayah Pulau Medang Kecamatan Labuhan Badas ataupun daerah terpencil lainnya, telah dihentikan sejak 2019 lalu.
“Kami ingin mendapat penjelasan Bupati terkait dengan dana daerah terpencil dan berhentinya penyaluran tunjangan guru daerah terpencil,” kata Srikandi DPRD yang kembali terpilih pada periode 2024—2029.
Karenanya Fraksi Partai Demokrat berharap kepada Bupati Sumbawa untuk lebih memperhatikan guru atau tenaga pendidik dan mempertimbangkan kembali tersalurnya tunjangan daerah terpencil untuk tenaga guru terutama di Pulau Medang. (SR)






