Sumbawa Barat, Samawarea.com ( 4/7/2024)
Pemilihan kepala daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) semakin mendekat, dan masyarakat Kecamatan Taliwang mulai menentukan pilihannya. Salah satu warga Taliwang, yang enggan disebutkan namanya, berbagi pandangannya tentang proses pemilihan yang akan datang dengan narasi yang menggambarkan perubahan sikapnya dalam memilih calon pemimpin.
“Dulu pada Pemilihan 2019 saya pernah ikhlas memilih orang karena saya lihat orangnya mampu dan baik,” ungkapnya. “Namun, setelah dia terpilih menjadi anggota DPRD, tidak ada kabar lagi, apalagi mau datang menjenguk. Karena itu, sekarang saya akan memilih siapa yang memberikan manfaat buat saya pribadi,” jelasnya sambil tersenyum.
Pengalaman yang kurang memuaskan dengan anggota DPRD yang dipilihnya sebelumnya membuat warga ini merasa kecewa. Ia merasa bahwa setelah terpilih, wakil rakyat tersebut seolah-olah menghilang dan tidak lagi peduli dengan konstituennya. Hal ini mengubah cara pandangnya dalam menentukan pilihan di pilkada mendatang.
Lebih lanjut, warga tersebut juga menceritakan pengalamannya saat Pemilihan Legislatif (Pileg) serentak Tahun ini. “Waktu Pileg kemarin saya memilih orang yang memberikan saya kompor gas,” ujarnya. “Daripada saya tidak dapat apa-apa, lebih baik saya ambil dulu yang jelas manfaat buat saya. Karena sakit hati saya melihat orang lain dapat, sementara saya tidak dapat apa-apa,” tambahnya.
Sehingga saat ini untuk pilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, akan pilih siapa yang mau memberikan saya manfaat secara nyata untuk diri saya pribadi, karna nanti kalau mereka naik yang sejahtra mereka saja, sedangkan saya hanya begini begini saja,” ungkapnya
Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan yang mendalam dan juga pragmatisme yang kini dipegang teguh oleh sebagian masyarakat. Mereka merasa bahwa dalam sistem politik yang ada, sering kali kepentingan pribadi lebih diutamakan daripada janji-janji yang tidak pernah terealisasi. Sikap ini mencerminkan keinginan warga untuk mendapatkan manfaat langsung dan nyata dari para calon pemimpin, daripada hanya bergantung pada janji-janji kampanye yang sering kali tidak terwujud.
Sebagai masyarakat yang semakin kritis, mereka berharap bahwa calon pemimpin yang akan datang dapat benar-benar memperhatikan dan memenuhi kebutuhan serta harapan mereka. Keputusan mereka untuk memilih berdasarkan manfaat langsung yang diterima menunjukkan perubahan sikap yang signifikan dalam proses demokrasi di tingkat lokal.






