Temu 99 Tokoh Samawa, Bupati KSB Tawarkan Konsep Membangun Jalan Pikiran

oleh -889 Dilihat

KERJASAMA SAMAWAREA DENGAN DINAS KOMINFO KABUPATEN SUMBAWA BARAT

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23 September 2023) – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM, hadir dalam pembukaan Silatulfikri 99 Tokoh Tana Samawa. Kegiatan berlangsung di Pondok Pesanteren Dea Malela Pamangong Sumbawa, Jumat (22/9/2023).

Hadir dalam kesempatan itu Pimpinan Ponpes Dea Malela Prof. Din Syamsudin, Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, beberapa Tokoh Sumbawa seperti Fahri Hamzah, Prof. Syaifuddin Iskandar, dan para pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Hadir juga Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin IV.

Dalam sambutannya, Bupati KSB menawarkan ide dan pemikirannya kepada para peserta Temu Tokoh Sumbawa. Disampaikan Bupati bahwa kegiatan Silatulfikri selanjutnya diharapkan bisa menjadi silatulqalbi.

“Kita jangan sampai dirusak oleh info yang tidak benar. Dengan silaturrahmi kita bisa saling berbagi informasi, menyatukan pikiran. Bagaimana setelah ini ada pegangan, ada pedoman untuk kita Tau Samawa,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan keresahannya akan salah satu sifat orang Sumbawa. Masyarakat Sumbawa menurut Bupati, sebenarnya sangat egaliter. Salah satu kelemahan orang Sumbawa yang membuat sulit maju dalam bidang perekonomian terutama sektor holtikultura adalah ketika memulai menekuni bidang pertanian, baik di rumah ataupun perkebunan, lebih dominan ke motif sosialnya daripada motif ekonomi.

“Contohnya, kalau kita menanam sayur sayuran, buah, dan lainnya di rumah maupun di kebun, kalau ada keluarga, teman, yang minta kita berikan saja, jadi nilai sosialnya yang muncul disitu. Demikian pula berkenaan dengan hak milik. Kalau kita punya 50.000, akan habis tanpa mau berfikir bagaimana kita mau mengembangkan uang yang ada tersebut. Itulah di KSB kami menamakannya bagaimana “Membangun Jalan Pikiran”. Kita harus rubah mindsite kita, seperti yang tertuang dalam lawas, “mana ujan barat siwa, lamin sala si panyomo mu kenang bajarip no kawan. Mana si ka adal subuh, lamin balong si panyomo mu kenang mani kawan si,” ungkap Bupati.

Sementara itu, Prof. Din Syamsuddin selaku Pimpinan Pondok Pesanteren Dea Malela menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan pertemuan pikiran dan hati. “Meeting of mind dan meeting of hard, yang nantinya dapat melahirkan Maklumat Olat Utuk,” sebutnya.

Maklumat tersebut nantinya mengandung beberapa butir yang meneguhkan bahwa Tau Samawa baik yang terlahir dari orang tua maupun pendatang yang sudah menginjak dan meminum air Tanah Samawa adalah Tau Tana Samawa dan bisa disebut sebagai Al-ukhuwah Assamawia.

“Kita pada dasarnya bersaudara. Ada ano siup dan ada juga ano rawi, dan kita harus jaga nilai-nilai keutamaan Samawa. Khususnya tahun tahun politik. Merajut persaudaraan kekeluargaan, walaupun berbeda pilihan. Kita jangan terpecah belah karena persoalan politik,” pesan Prof. Din. (HEN/SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *