SUMBAWA BARAT, samawarea.com (17 Agustus 2023) – Memperingati HUT RI ke-78, Kru Kapal Surya Kayangan melakukan upacara bendera di atas Kapal Selat Poto Tano Kayangan. Upacara yang dipimpin Kapten Kapal diikuti oleh puluhan kru Kapal dan penumpang pada saat kapal sedang berlayar.
Upacara berjalan lancar dan khidmat meski kapal goyang akibat hantaman ombak yang cukup terasa. Apalagi pagi itu angin juga cukup kencang, terlihat salah satu topi ABK sampai jatuh.
Dalam amanatnya, pemimpin upacara Muzyyin Fathoni mengingatkan kepada peserta upacara untuk mengisi kemerdekaan bukan sekadar seremonial namun harus mampu berkontemplasi dengan kerja nyata, bekerja sungguh sungguh dalam melayani masyarakat, dan tidak pernah menjadi beban negara.
“Mari kita berusaha keras karena pendahulu kita para pahlawan bangsa telah memberikan kita contoh yang begitu nyata bagaimana kita harus berjuang, sehingga kita bisa terbebas dari penjajahan,” ajaknya.
“Kalau kalian tidak bisa berkontribusi lebih untuk memajukan bangsa ini minimal kalian jangan menjadi beban bagi negara kita tercinta ini, semangat para pahlawan harus kita jadikan contoh dalam kita berjuang,” imbuhnya.
Ia berharap rasa kecintaan kepada negara ini tak pernah luntur. Melakukan yang terbaik sesuai dengan bidang masing masing untuk menjaga kesatuan NKRI. “Kita ini adalah pelaut maka jadilah pelaut yang handal, jangan pernah takut sama ombak, karena pelaut sejati tidak akan pernah menjadi besar sebelum bisa menaklukkan ombak yang besar,” tutupnya.
Diwawancarai usai upacara, Muzyyin Fathoni–Kapten KMP Surya Kayangan mengaku terpaksa melakukan pengibaran bendera merah putih di atas kapal karena saat itu pihaknya dalam bertugas.
“Kami tidak mau melewati acara yang hanya dilakukan satu kali setahun itu sebagai upaya menguatkan kembali rasa nasionalisme kami sebagai anak bangsa yang berkewajiban memajukan bangsa ini, bukan hanya kali ini melakukannya tapi tahun sebelumya kami juga melakukan hal yang sama. Ingat sekali merdeka tetap merdeka dan kami semua siap berkorban untuk bangsa,” cetusnya. (HEN/SR)






