Peringatan My Day, Bupati Ingatkan Cara Ngurus Ketenagakerjaan Gunakan Filosopi Kolak

oleh -371 Dilihat
Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (1 Mei 2023) – Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM berkesempatan hadir pada acara peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh padda tanggal 1 Mei 2023.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat tersebut didukung sejumlah perusahaan yang bergerak di lingkar tambang serta beberapa serikat buruh di KSB. Di antaranya, SBSI, SPSI, SPAT dan SPN. Kegiatan yang berlangsung di Taman Tiang Nam ini diawali dengan kegiatan bersih-bersih, dan senam bersama. Hadir juga Ketua DPRD Sumbawa Barat, dan para Kepala OPD.

Kepala Disnakertrans Sumbawa Barat, H. Muslimin melaporkan bahwa peringatan My Day merupakan kegiatan yang dahulunya diprakarsai di Amerika Serikat. Saat itu terjadi unjuk rasa tanggal 1 Mei 1886.

Sementara, perayaan hari buruh di Indonesia diawali pada 1 Mei 1918 masa Hindia Belanda yang diprakarsai oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee. Peringatan hari buruh tersebut seiring dengan tuntutan buruh yang saat itu harga sewa buruh tanam terlalu rendah. Kemudian di masa Presiden SBY, My Day dijadikan sebagai hari libur nasional.

Muslimin menyampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung pembangunan pabrik smelter di Kecamatan Maluk. Dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 120 orang untuk non skill dan semi skill yang didominasi 70–80 % tenaga kerja lokal.

Berdasarkan laporan tim terpadu bahwa untuk 245 orang yang diperkerjakan pada perusahaan PT. PIL, PT. KTI, dan PT. JGC masing-masing bersama mitra bisnisnya. Dari total 779 orang yang telah mengikuti proses wawancara pada gelombang pertama terdapat sisa 534 dan sekarang sedang berproses melalui gelombang II.

“Insya Allah akan tuntas pada pertengahan tahun 2023. Alhamdulillah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) KSB pada akhir tahun 2022 berada pada angka 4,56 %, turun 0,96 % dari tahun 2021 yaitu sebesar 5,52 %,” ungkapnya.

Sementara Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H.W. Musyafirin MM menyampaikan bahwa pentingnya kebersamaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab. Bupati mengambil filosofi “Kolak”. Kolak adalah makanan khas yang di dalamnya terdiri dari pisang, gula, dan santan. Ketika menjadi satu kesatuan makanan, tidak ada yang dominan dan tidak ada yang menghilangkan rasa satu sama lainnya, semuanya atas kebersamaan menjadi makanan yang disebut kolak. Berbeda dengan Kopi, pertemuan antara gula dan kopi, yang dikenal hanyalah kopi. “Karenanya perbedaan yang ada bisa kita kelola dengan kebersamaan dan persatuan. Kita memang menghadapi tantangan besar. Insya Allah dengan adanya Smelter, angka pengangguran akan turun secara signifikan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, salah satu rangkaian peringatan My Day yaitu pembagian door prize dan penyerahan sembako serta sejumlah uang kepada anak yatim piatu dan terlantar. Penyerahannya dilakukan di Panti Asuhan Baitussakinah Sumbawa Barat. (HEN/SR)

hpn2026 nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *