SUMBAWA BESAR, samawarea.com (27 Maret 2023)–Keberadaan SD Negeri Nijang di Jalan By Pass, Kecamatan Unter Iwis, Sumbawa, selama ini dinilai sangat berbahaya. Selain berada tepat di tepi jalan dua jalur utama dengan kondisi lalulintas yang padat, juga posisinya lebih rendah dari badan jalan.
Kenyataan ini membuat guru dan murid setempat was-was. Mereka khawatir ketika terjadi kecelakaan lalulintas bisa saja menimpa sekolah. Tak hanya itu setiap saat suara gemuruh kendaraan-kendaraan besar yang melintas di jalan itu menimbulkan getaran hebat membuat proses belajar mengajar terganggu.
Permasalahan ini telah lama disuarakan, sehingga menjadi perhatian serius baik oleh Dinas Dikbud selaku leading sektor terkait maupun DPRD Sumbawa. Ada dua opsi yang diambil, yakni relokasi atau revitalisasi.
Awalnya relokasi menjadi opsi yang pas. Karena itu dilakukan pengadaan tanah dan pembuatan Design Detail Engineering (DED).
Namun lokasi yang disediakan berada di tengah perkampungan, dan dinilai rawan banjir. Terlebih lagi lokasi yang disiapkan untuk relokasi merupakan area persawahan. Secara teknis dinilai tidak memenuhi syarat. Untuk itu diputuskan opsi kedua yakni revitalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri M.Sc, belum lama ini mengakui bahwa rencana relokasi SDN Nijang tidak terlaksana atau dibatalkan. Sebab lokasi yang dijadikan tempat relokasi dinilai tidak representatif. Karena itu revitalisasi menjadi solusi bagi sekolah tersebut.
Untuk merealisasikannya, telah dianggarkan dana pembuatan DED senilai Rp 100 juta pada Tahun 2021 lalu. Sedangkan untuk pembangunannya, Kadis mengaku telah mengupayakan penganggaran pada APBD Sumbawa 2023.
“Alhamdulillaah pada tahun ini telah dialokasikan dana sebesar 4 milyar rupiah,” kata Doktor Ikhsan, sapaan Kadis yang juga Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sumbawa ini.
Dengan anggaran tersebut, lanjutnya, bangunan SDN Nijang akan ditingkat dua dan lahannya sedikit diperluas. Bangunan sebelah barat yang mepet jalan by pass akan dirobohkan dan dijadikan taman bermain. Sedangkan bangunan baru akan dibangun mepet dengan Masjid Desa Nijang.
Ia pun meminta agar proses pembangunannya dipercepat. Pihaknya tidak ingin anak-anak mengikuti proses belajar mengajar dalam kecemasan.
“Harus berpacu dengan waktu, pembangunannya dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas kontruksi sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Sementara itu Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Dr. Suharli mengapresiasi upaya Dinas Dikbud Sumbawa dalam mengatasi persoalan di SDN Nijang. Persoalan itu sudah lama dan harus mendapat perhatian, sehingga proses belajar mengajar di sekolah itu berlangsung aman dan nyaman.
Menurut Doktor Suharli, infrastruktur pendidikan berupa bangunan sekolah yang representative adalah penunjang utama terselenggaranya proses pendidikan.
Dalam proses pendidikan sangat diperlukan infrastruktur yang memadai untuk mendukung pendidikan yang berkualitas. Selain itu infrastruktur pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan pendidikan.
“Jika infrastruktur pendidikan repsentatif dan bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka secara otomatis system dan tujuan pendidikan yang akan dicapai dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya jika kualitas infrastruktur pendidikan yang buruk, maka akan berdampak buruk terhadap system dan tujuan pendidikan yang ada,” tandasnya. (SR)






