Pertama di Plampang, Desa Brangkolong Datangkan Psikolog untuk Program Bunda PAUD Menyapa

oleh -371 Dilihat

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15 Februari 2023)–Kepala Desa Brang Kolong bersama TP PKK sekaligus Bunda PAUD Desa setempat mendatangkan Psikolog untuk mengisi Program Pola Asuh Anak untuk Bunda PAUD se-Kecamatan Plampang yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Brang Kolong, Rabu (15/2).

Kegiatan ini digelar dalam rangka optimalisasi tumbuh kembang anak melalui pengasuhan positif. Hadir dalam acara itu di antaranya Camat Plampang, Ketua PKK dan Bunda PAUD Kecamatan, Kades Brang Kolong beserta Ketua PKK dan Bunda PAUD Desa setempat, Kepala UPT Puskesmas Plampang, Korwas Diknas Plampang dan Maronge, Guru PAUD /TK dan SD.

Ketua Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Desa Brang Kolong, Hj. Irianingsih Ahmad menyampaikan bahwa program “PAUD Menyapa” kali ini adalah yang pertama di Kecamatan Plampang. Pihaknya mendatangkan Psikolog untuk membedah optimalisasi tumbuh kembang anak melalui pengasuhan positif.

Program ini sudah dirancang sejak dirinya dikukuhkan sebagai Bunda PAUD pada 4 November 2022 lalu. Karena keterbatasan anggaran, membuat program ini bisa terlaksana saat ini dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa Brang Kolong.

Ia menyatakan bahwa Bunda PAUD dipandang sebagai salah satu pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam memberikan layanan PAUD yang berkualitas. Karena itu pihaknya berperan aktif dalam pengembangan PAUD Menyapa, sebagai program pola II yang membahas secara khusus tentang pendidikan.

“Kami mengunjungi sejumlah PAUD di wilayah Desa Brang Kolong untuk melihat langsung kegiatan anak-anak, bermain bersama anak, serta mensuport dan memotivasi PAUD agar bisa lebih baik dan bangkit dengan gemilang bersama dalam keberadaban,” ujarnya.

Keberadaan anak-anak di PAUD ungkap Hj. Irianingsih, adalah masa emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh pendidikan.

“Ini periode tahun-tahun bahagia bagi anak untuk mengenali berbagai macam fakta pada lingkungannya dalam membantu perkembangan pendidikan, baik psikomotorik, kognitif maupun sosialnya. Dan masa emas itu datang sekali saja dan apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya,” cetusnya.

Ia berharap kepada orang tua senantiasa mengikuti dan melibatkan diri dengan tumbuh kembang anak-anaknya, baik fisik maupun mentalnya. Selain itu memahami tumbuh kembang anak sehingga orang tua mengetahui apa yang terjadi pada usia tertentu dan bagaimana menyikapinya.

Sementara Camat Plampang, Syaihuddin, SP mengaku bangga dengan inovasi Bunda PAUD Desa Brang Kolong. Menurutnya, Bunda PAUD Desa Brang Kolong menjadi satu-satunya di Kecamatan Plampang yang menggelar sosialisasi seperti ini. Hal itu merupakan terobosan positif dalam upaya membantu pemerintah khususnya di bidang pendidikan.

Camat berharap kepada Bunda PAUD yang tersebar di 11 desa wilayah Kecamatan Plampang, dapat mengikuti jejak Bunda PAUD Desa Brang Kolong.

“Ini tugas uang mulia karena turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa mulai dari pendidikan usia dini dalam membangun manusia berkarakter. Semoga kegiatan ini bisa diikuti oleh desa-desa lainnya,” harapnya.

Sementara Psikolog Yuni Fitriani Ahmad, S.Psi., M.Psi, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB dan Tim Pakar pada Status Stunting, menyatakan bersyukur dapat bertatap muka dengan bunda-bunda PAUD dan guru hebat.

Disebutkannya, ada 4 poin terkait pola asuh anak yang dinilai negative. Yakni, Otoriter. memaksa anak untuk mengikuti apa yang orang tua inginkan. Permisif, orang tua tidak menetapkan batas-batas tingkah laku dan membiarkan anak mengerjakan sesuatu menurut keinginan sendiri.

Kemudian, Demokratis, menghargai kepentingan anak tetapi juga menekankan pada kemauan untuk mengikuti aturan sosial. Terakhir, Diabaikan, mengabaikan keberadaan anak bahkan menunjukan ketidak-pedulian terhadap anak.

Yuni menekankan pola asuh positif dalam rangka meningkatkan kualitas interaksi anak dan orang tua,  mengoptimalkan tumbuh kembang anak dari prilaku yang menyimpang. Mendeteksi kelainan pada tumbuh kembang anak dan membantu anak untuk mencari solusi permasalahan yang lebih positif.

Lebih lanjut jebolan Universitas Mercu Buana Yogyakarta tahun 2020 ini, menjelaskan mengenai dampak pola asuh anak yang salah. Seperti stunting, membangkang dan melawan, takut dalam mengambil keputusan, pertumbuhan fisik anak terganggu, anak melakukan tindakan criminal, anak sulit bersosialisasi, depresi, cemas dan panik.

“Pola asuh anak yang berdampak adalah terlalu dimanjaman, kepintaran dianggap paling penting, menyembunyikan topik sensitif seperti sex, terlalu mengkririk, membebaskan anak nonton TV atau main gadget, serta terlalu dilindungi. Ini sebagai bekal kepada Bunda PAUD dan para guru PAUD /TK dan SD maupun para orang tua,” harap Yuni.

Sementara Korwil Diknas Kecamatan Plampang dan Maronge, Jaswadi, S.Pd yang ditemui Wartawan samawarea.com Biro Sumbawa Timur, sangat mengapresiasi gerakan yang dilaksanakan Bunda PAUD Desa Brang Kolong.

Menurut Jaswadi dari sekian banyak Bunda PAUD di wilayah tugasnya, baru Bunda PAUD Desa Brang Kolong yang menyosialisasikan programnya dan menyertakan seorang psikolog.

“Saya juga bangga dengan adanya kepedulian Pemerintah Desa Brang Kolong dengan pendidikan termasuk adanya progran PAI (MTQ) tingkat PAUD/TK dan SD, kegiatan-kegiatannya ini berkolaborasi dengan Pemdes Brang Kolong, semoga kegiatan ini bisa menjadi cambuk bagi Bunda PAUD dan kepala desa lainnya,” harap Jaswadi, S.Pd.

Kades Berang Kolong, AKBP (Purn) Ahmad, SH menyatakan sangat mendukung kegiatan tersebut. Ia tidak ingin kehilangan anak-anak baik Bangsa yang akan lahir melalui didikan sedini mungkin.

“Kami mengalokasikan anggaran untuk pendidikan usia dini. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk mencetak generasi emas di masa mendatang,” harapnya. (BUR/SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *