Johan Rosihan Berharap Capres Lebih dari Dua Pasangan

oleh -463 Dilihat
Johan menjadi salah satu pemateri mewakili Fraksi PKS DPR RI bersama Budi Satrio Djiwandono dari Fraksi Gerindra, Viva Yoga Mauladi dari Fraksi PAN, dan Masinton Pasaribu dari Fraksi PDIP pada acara yang bertajuk Dialektika Demokrasi berjudul "Safari Elite Politik dan Pesan Pemilu Damai 2024"

JAKARTA, samawarea.com (16 Februari 2023)–Anggota DPR RI, H. Johan Rosihan ST mendorong para elit politik untuk terus melakukan komunikasi menuju Pemilu 2024. Ia mengungkapan, komunikasi politik itu penting agar tidak menimbulkan banyak persepsi bias dari masyarakat.

“Pemilu itukan implementasi dari sila ke-4 dari Pancasila kita. Maka tujuan utama dari pelaksanaannya itu adalah persatuan. Itulah pentingnya mendorong agar para elit politik ini terus melakukan komunikasi supaya tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” kata Politisi PKS tersebut saat mengikuti acara Dialektika Demokrasi yang digelar di ruang Media Center DPR RI Senayan, Kamis (16/2/2023).

Anggota Komisi IV DPR RI itu juga berharap agar kedepan, Calon Presiden (Capres) bisa lebih dari dua pasang agar tidak seperti tahun sebelumnya. Sebab menurutnya, semakin banyak calon, masyarakat juga memiliki banyak pilihan untuk memilih pemimpinnya.

“Saya pribadi berharap nantinya bisa ada dua, tiga, bahkan empat pasang calon. Sebab semakin banyak tentu semakin baik juga bagi masyarakat kita. Kan kalau lebih dari dua itu jadi banyak pilihan,” tutur pria yang akrab disapa JR ini.

Terkait sikap partainya sendiri yakni PKS, Johan dengan tegas mengatakan akan mendorong Anies Baswedan sebagai Capres pada Pemilu 2024 mendatang. Meski demikian, politisi asal Sumbawa itu menjelaskan bahwa PKS tetap terbuka kepada semua partai untuk terus melakukan komunikasi.

“Kita sudah sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai Capres, bahkan kita akan segera deklarasi. Namun, kita tetap melakukan komunikasi dengan partai-partai lain untuk menemukan kesamaan visi dalam membangun Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, JR lebih banyak menekankan agar masyarakat tidak gampang terbelah. Ia mendukung penuh berjalannya pemilu damai, jujur, dan adil, agar pemimpin yang dihasilkan juga merupakan pemimpin yang benar-benar memperjuangkan visi ke-Indonesiaan.

Ia kembali mengingatkan, visi para pendiri bangsa yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Visi itulah yang harus diwujudkan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memahami visi tersebut yakni Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Inilah yang terpenting dari proses pemilu kita saat ini. Bahwa siapapun yang terpilih nantinya, ia harus bisa mewujudkan visi keindonesiaan. Saya kebetulan di MPR juga, dan kami hari-hari sangat konsen dengan tema-tema ini. Inilah yang harus menjadi topik perdebatan kita, bukan soal lain,” tutup Johan.

Dalam acara yang bertajuk Dialektika Demokrasi berjudul “Safari Elite Politik dan Pesan Pemilu Damai 2024” itu, Johan menjadi salah satu pemateri mewakili Fraksi PKS DPR RI. Hadir juga Budi Satrio Djiwandono dari Fraksi Gerindra, Viva Yoga Mauladi dari Fraksi PAN, dan Masinton Pasaribu dari Fraksi PDIP. (SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *