MATARAM, samawarea.com (14 Februari 2023)–Program Studi (Prodi) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram (UNRAM) menggelar Kuliah Umum bertema “Kearifan Lokal sebagai Civic Value” di DOME Universitas Mataram, Senin (13/2/2023).
Kuliah umum yang dibuka Dekan FKIP ini, dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP, Ketua dan Sekretaris Jurusan PIPS FKIP, para dosen Prodi PPKn FKIP, dan seluruh mahasiswa Prodi PPKn FKIP UNRAM.
Pada Kuliah Umum kali ini Prodi PPKn menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Prof. Dr. H. M. Galang Asmara, M.Hum selaku Akademisi, Pemerhati Budaya dan Pengurus Majelis Adat Sasak, L. Minakse selaku Tokoh Adat Rambitan/Sade dan Raden Wikto Kusuma SH selaku Tokoh Adat Bayan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan perdana oleh Prodi PPKn untuk mengawali aktivitas pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2022-2023. Hal ini selaras dengan penjelasan Ketua Panitia, Basariah, M.Pd bahwa kegiatan ini merupakan program prodi PPKn untuk mengawali aktivitas pembelajaran di awal semester agar mahasiswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran maupun beraktivitas lagi.
Ungkapan senada disampaikan Ketua Program studi PPKn FKIP UNRAM, Dr. Lalu Sumardi, M.Pd, bahwa kegiatan ini dilaksanakan pada hari pertama perkuliahan pada semester genap tahun ajaran 2022-2023 sebagai pembuka awal perkuliahan. Tujuannya memberikan wawasan kepada mahasiwa Prodi PPKn mengenai Civic Values atau nilai-nilai kewarganegaraan dalam sebuah kearifan lokal suatu daerah.
Dr. Lalu Sumardi menambahkan bahwa kearifan lokal muncul pada masyarakat sebagai pandangan hidup suatu masyarakat di wilayah tertentu mengenai lingkungan alam tempat mereka tinggal. Kearifan lokal memiliki nilai moral yang mengatur hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan manusia.
“Jadi, kearifan lokal merupakan identitas dari suatu daerah itu sendiri,” ungkap dosen muda murah senyum ini.
Sementara Dekan FKIP UNRAM, Drs. Lalu Zulkifli, M.Si., Ph.D menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Prodi PPKn FKIP UNRAM adalah kegiatan yang luar biasa dan patut dicontoh oleh prodi-prodi lainnya di lingkungan FKIP UNRAM.
Kegiatan ini tidak hanya sekedar menerima materi, tetapi juga ajang silahturrahim antar mahasiswa di beberapa angkatan yang lama tidak berjumpa. Mereka terlihat lebih semangat dalam mengikuti proses pembelajaran.
Ia berharap kepada para dosen di Prodi PPKn dapat menjadi contoh bagi prodi lain untuk terus meningkatkan kualitas dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi terutama meningkatkan mutu akreditasi program studi.
Ketiga narasumber menerangkan pentingnya mempertahankan budaya. Mereka membahas makna filosofis dari kearifan local. Contohnya, cara berpakaian adat, dan tradisi-tradisi adat, yang ternyata memiliki makna tertentu dan berkaitan dengan nilai dan norma dalam masyarakat. Nilai dan norma juga masuk dalam pembahasan dari civic education itu sendiri.
Kegiatan kuliah umum ini dipandu dosen muda PPKn FKIP UNRAM, Edy Kurniawansyah, M.Pd. Selaku moderator Edy—akrab mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbawa ini menyimpulkan bahwa ada 3 hal yang menjadi poin penting untuk dilakukan.
“Pertama, kita harus mencintai budaya kita sendiri, kedua, terus melakukan edukasi pentingnya kearifan local kepada generasi penerus, dan ketiga, membuat segudang kreativitas untuk terus melestarikan dan mempertahankan budaya kita sendiri di tengah maraknya perkembangan modernisasi yang kian mengglobal,” bebernya pria yang juga Sekretaris DPD KNPI NTB.
Mahasiswa terlihat antusias mengikuti kuliah umum ini. Terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait dengan pemaparan oleh narasumber. Situasi hujan tak menyurutkan mahasiswa untuk hadir. Tak heran jika kegiatan ini berlangsung meriah. (SR)






