SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 Januari 2023) – Beras Bulog kerap dianggap sebagai beras kalangan bawah. Anggapan ini semakin kuat karena harganya yang relatif murah. Biasanya harga murah sering diidentikkan dengan kualitasnya yang rendah.
Namun anggapan ini salah besar. Sebab beras Bulog memiliki kualitas yang bagus dan mendapat apresiasi dari daerah di luar NTB, seperti NTT, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan lainnya yang menjadi daerah langganan pasokan beras dari Bulog Sumbawa.
“Kualitas beras kita mendapat apresiasi dari daerah-daerah yang menjadi tujuan distribusi beras NTB khususnya Bulog Sumbawa,” kata Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Omar Sharif MT saat berkunjung ke Media Center PWI Sumbawa, Selasa (24/1).
Dikatakan Omar—sapaan pejabat perusahaan BUMN ini, bahwa keberadaan beras Bulog di dalam gudang tetap terawat. “Sebelum didistribusikan kepada masyarakat, di Bulog ada system perawatan untuk menjaga mutunya,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, jelas Omar, sifat bahan pangan secara alamiah mengalami perubahan tekstur atau warna akibat serangan hama, iklim atau cuaca. Perubahan ini menyebabkan terjadinya penurunan mutu.
Untuk meminimalisir penurunan mutu tersebut, ini biasanya diberikan tindakan fumigasi guna mencegah hama (kutu), sebagaimana umumnya dilakukan beberapa pengusaha besar di gudang miliknya.
“Usia beras di dalam gudang maksimal 6 bulan dan gabah sampai 1 tahun. Ini kita upayakan habis sebelum masa itu. Tapi yang jelas selama ada di gudang Bulog, kita pertahankan mutunya, salah satu upayanya dengan system perawatan,” tandasnya. (SR)






