SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Juni 2022)–Inovasi “Baik dan Halal” Kabupaten Sumbawa berhasil masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2022. Untuk masuk Top 45 Inovasi, Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah diundang untuk melakukan presentasi di hadapan Tim Panel Independen Kementerian PAN-RB Republik Indonesia, 7 Juli 2022 mendatang.
Meski dalam proses menuju Top 45 lalu Top 5, namun Inovasi Baik dan Halal ini sudah menarik perhatian berbagai pihak. Ada beberapa lembaga yang langsung mengajukan penawaran kerjasama. Hal ini dibenarkan Kadis Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Perindustrian, Andi Kusmayadi, Kamis (30/6).
Tawaran kerjasama ini ungkap Andi, datang dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang dan Islamic Development Bank (IDB). Kedua lembaga tersebut mengajukan proposal ”Development of Halal Ecosystem in Sumbawa Regency”. “Mereka tertarik setelah Kabupaten Sumbawa menjadi finalis Top 99,” imbuhnya.
Untuk merealisasikan kerjasama ini, lanjut Andi, dua lembaga tersebut akan membangun ekosistem halal pada Tahun 2023 mendatang. Mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH), sumber daya alam dan manusia, maupun system perbankan. Namun demikian, sejumlah pilar pendukung sudah tersedia.
Seperti, Sumbawa sudah memiliki 40 orang penyelia halal yang bertugas melakukan pendampingan, memfasilitasi hingga mengawasi Usaha Mikro Kecil (UMK) dalam proses produk halal (PPH). Kemudian memiliki 15 pendamping PPH, 4 orang auditor halal, serta seorang Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikasi.
“Perangkat ini semua sudah tersedia sehingga memudahkan dua lembaga yang mengajukan penawaran kerjasama untuk membentuk ekosistem halal,” ujarnya.
Andi berharap dengan kerjasama ini juga, Sumbawa ke depan memiliki Lembaga Pemeriksa Halal. Selama ini lembaga pemeriksa halal tersebut dilakukan LPPOM MUI, PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan Universitas Brawijaya Malang. Semuanya berada di luar daerah. “Untuk itu ditargetkan 2023 kita sudah punya lembaga pemeriksa halal. Jadi seluruh sistem halal bisa kita selesaikan di Sumbawa,” pungkasnya. (SR)






