Dinginkan Suasana di Lunyuk, Gubernur NTB Turun Tangan

oleh -379 Dilihat

SUMBAWA BESAR, SR (25/12/2018)

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc bersilaturrahim dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda di Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, untuk menyelesaikan secara cepat dan penuh kekeluargaan peristiwa “kesalahpahaman” antar warga, Selasa (25/12). Dalam pertemuan di Banjar Desa Sukamaju ini, Gubernur meminta agar persoalan yang muncul dan mengoyak kedamaian di masyarakat harus diselesaikan dengan duduk bersama dan bertabayyun. “Komunikasi yang baik adalah kuncinya,” ujar Doktor Zul—akrab Gubernur disapa yang saat itu didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Kapolres AKBP Tunggul Sinatria SIK MH, Anggota DPRD Provinsi NTB Nurdin Ranggabarani SH MH, Camat Lunyuk Abdul Haris S.Sos dan Danramil Lunyuk.

Gubernur mengingatkan bahwa keberagaman yang terbalut kedamaian hidup bersama di NTB harus dirawat dan dijaga dengan penuh kesungguhan. Itu adalah modal sosial yang telah terbangun puluhan tahun di Pulau Lombok dan Sumbawa. “Sekali lagi, kita tidak boleh gampang terprovokasi, terhasut dan terjebak dalam berita yang belum tentu kebenarannya hanya membuat modal sosial di NTB terkuras habis,” katanya.

Menurut Gubernur, apa yang terjadi di Lunyuk tidak seheboh apa yang didiskusikan di media sosial (Medsos). Ini meberikan satu pelajaran penting bahwa dalam bermedsos, masyarakat harus bijaksana, beretika dan bertanggung jawab, dengan tidak menshare berita tanpa klarifikasi. Sebab ternyata apa terjadi di lapangan berbeda dari apa yang ditampilkan di media sosial. “Coba teman-teman bayangkan bagaimana reaksi teman-teman kita di Bali ketika dishare ada tempat ibadahnya dirusak orang, padahal setelah kita lihat langsung di lapangan tidak ada yang rusak. Memang ada yang melempar, tapi hanya dilakukan segelintir orang, ini karena informasi yang keliru. Setelah diinformasikan yang sebenarnya  semua jadi selesai,” ucap Gubernur.

Banyak anak-anak dan orang tua di Lunyuk dengan latar belakang asal usul yang beragam, ungkap Gubernur, tapi mereka tidak merasa diri sebagai pendatang. Semuanya merasa orang lokal yang kebetulan dari asal-usul yang berbeda. “Mari kita rawat kebersamaan ini jangan sampai karena kegenitan jari kita ingin mendapat perhatian ini itu berakibat fatal pada kesinambungan pembangunan dan kehidupan bermasyarakat. Kita jaga kondusifitas, semoga memberikan masukan dan timbal balik bagi kita semua untuk banyak-banyak saling mengunjungi dan bersilaturahim sehingga kalau ada kesalahpahaman dan hal yang berbeda bisa diselesiakan secara damai,” pungkasnya. (JEN/SR)

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *