SUMBAWA BESAR, SR (27/09/2018)
Rumah Zakat berkomitmen membangun 100 Hunian Sementara (Huntara) untuk korban gempa bumi di Kabupaten Sumbawa. Jumlah ini menjadi target yang akan direalisasikan oleh lembaga kemanusiaan tersebut dalam beberapa waktu ke depan. Hal itu diungkapkan Irvan Nugraha Chief Marketing Officer Rumah Zakat ketika dicegat SAMAWAREA saat tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin, Kamis (27/9).
Saat ini ungkap Irvan, Rumah Zakat telah membangun Huntara sebanyak 10 unit di Pulau Bungin. Dan ini akan terus dilakukan hingga mencapai target dimaksud. “Target kami membangun 1000 unit hunian sementara di NTB, termasuk di antaranya di Kabupaten Sumbawa,” kata Irvan.
Dalam penanganan korban terdampak bencana gempa ini ungkap Irvan, sudah masuk ke fase kedua yakni implementasi program “NTB Bangun Kembali” atau fase pemulihan. Dalam fase ada dua program Rumah Zakat yang diimplementasikan yaitu pembangunan masjid dan hunian sementara (Huntara) serta menyalurkan bantuan logistik baik untuk korban gempa di Sumbawa maupun di Pulau Lombok. Untuk implementasinya, Rumah Zakat bermitra dengan BPJS Ketenegakerjaan.
Hal ini dibenarkan Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz. Bantuan yang disalurkan BPJS melalui Yayasan Al Maghfirah ini berasal dari sumbangan karyawan dan para jamaah. Bukan kali ini saja BPJS Ketenagakerjaan melakukan kegiatan social tersebut. Selain di NTB, ada beberapa daerah juga yang menjadi sasaran bantuan. “Untuk di NTB yang paling sering menyalurkan bantuan adalah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mataram, dan dari Jakarta sudah beberapa kali,” akunya.
Bantuan yang diberikan ini akan terus berlanjut. Saat ini pihaknya masih menggalang dana untuk selanjutnya kembali disalurkan kepada korban bencana di wilayah NTB. “Kita galang terus, seperti hari ini kita bangun masjid dan membuat shelter hunian sementara di Sumbawa, besok ke Lombok untuk melakukan hal yang sama. Kita berkomitmen untuk menambah Huntara sebagaimana halnya Rumah Zakat,” imbuhnya.
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan M. Aditya Warman, mengatakan kehadiran BPJS di tengah-tengah korban gempa karena terpanggil sebagai koorporasi untuk berbagi rezeki. Pihaknya ingin menjadikan BPJS Ketenagakerjaan hadir bersama seluruh perusahaan di lingkaran pemerintah maupun swasta. Dengan demikian keadilan sosial itu akan merata dan NTB bagian dari NKRI. “Kami datang ke sini bukan sebuah event tapi kesadaran yang tergerak, agar jangan sampai gempa ini menjadi tontonan korporasi, tapi menjadi kehadiran korporasi untuk membantu menangani korban terdampak bencana,” tandas Aditya yang didampingi Ketua Yayasan Al Maghfirah, Didin Haryono Albantani. (JEN/SR)






