Bupati: LIDDA Ajang Motivasi Lahirkan “Satu OPD Satu Inovasi”

oleh -433 Dilihat

Dari Seminar Lomba Inovasi Daerah Bidang Pemerintahan

SUMBAWA BESAR, SR (01/08/2018)

Mengangkat tema “Aktualisasi Spirit Inovasi dalam Pelayanan Publik menuju Sumbawa Hebat dan Bermartabat”, Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumbawa mengadakan Seminar Lomba Inovasi Daerah Bidang Pemerintahan, Selasa (31/7) kemarin. Kegiatan ini sebagai salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menumbuhkembangkan spirit inovasi. Hadir pada acara tersebut Bupati Sumbawa, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Perwakilan Kepala Pusat Penelitian Inovasi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Kepala Biro Organisasi Pemprov NTB, Pimpinan OPD, dan Camat.

Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat aktif mulai dari panitia, narasumber, juri, finalis lomba dan peserta seminar. “Ajang lomba inovasi daerah seperti ini adalah langkah kecil yang nyata dalam mewujudkan visi besar kita membawa daerah ini menjadi hebat dan bermartabat. Saya tak henti-hentinya mendorong, memotivasi, memberikan dukungan kepada seluruh ASN, Pimpinan OPD untuk mengaktualisasikan spirit inovasi dalam pekerjaan masing-masing,” ungkap Bupati.

Disampaikan bahwa perbaikan pelayanan publik adalah kunci mewujudkan visi besar Sumbawa Hebat dan Bermartabat. Melalui forum ini dapat dibedah bagaimana spirit inovasi diaktualisasikan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dan menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Ajang LIDDA merupakan langkah awal yang baik untuk melaksanakan kebijakan “satu OPD minimal satu inovasi” yang telah dicanangkan, dan kepada 18 finalis diharapkan menjadi inovator-inovator di kalangan ASN di Kabupaten Sumbawa.

Terkait kunjungan kerja Presiden Ir. H. Joko Widodo untuk meresmikan fasilitas Pesantren Modern Internasional Dea Malela dan memberikan kuliah umum di Universitas Tekhnologi Sumbawa, Bupati menekankan begitu dahsyatnya kekuatan pendidikan, ketokohan dan visi besar pembangunan sumber daya manusia sehingga dapat menghadirkan Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Sumbawa selama dua hari.

Disampaikan pula bahwa pada tanggal 16 Juli 2018 yang lalu, bersama tim yang dipimpin Camat Lantung, Bupati diminta untuk mempresentasikan inovasi Pariri Si-Desa Kecamatan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi di Jakarta. “Upaya yang telah dirintis oleh Camat Lantung adalah contoh nyata yang sangat baik dan harus ditularkan di lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Upaya-upaya yang dilakukan Pak Camat bersama warganya, di tengah keterbatasan yang ada, dapat melahirkan karya inovatif yang diakui di tingkat nasional,” pungkas Bupati.

Sebelumnya Kepala Bappeda Ir. H. Iskandar, M.Ec.Dev melaporkan bahwa tujuan pengembangan inovasi adalah meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, dan tujuan ini harus diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat dan peningkatan daya saing daerah.

Bappeda saat ini sedang melakukan finalisasi regulasi berkaitan dengan penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDA), yang dilakukan dengan pengembangan dari kertas kerja proyek perubahan diklat kepemimpinan, diskusi-diskusi dengan stakeholder, melakukan eksperimen atas gagasan-gagasan yang telah dikonsepkan sebelum disusun rancangan akhir regulasi SIDA. Selain itu memetakan peran strategis yang dapat dimainkan oleh Dewan Riset Daerah, Sumbawa Techno-Park, Sentra Industri Kecil dan Menengah dan Lembaga Akselerator Bisnis UMKM yang segera dilaunching.

Penjurian yang diikuti oleh 15 tim finalis yang terdiri dari 2 tim dari Dinas Kesehatan, 1 Tim dari BPKAD, 3 tim dari Setda, 1 tim dari Bappeda, 1 tim dari Koperindag, 1 tim dari Dinas PR-KP, 1 tim dari Disnak Keswan, 1 tim dari Kesbangpoldagri, 1 tim dari Kecamatan Alas, 1 tim dari Dikbud, 1 tim dari Dinas LH, dan 1 tim dari Diskominfotik. Adapun juri berjumlah 10 orang yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu juri yang berasal dari Puslit Inovasi Daerah Kemendagri, Biro Organisasi, Insan Pers, Akademisi, Setda dan Bappeda. Pada materi seminar akan disampaikan oleh 3 narasumber yaitu Dr. Sitti Aminah MTP, mewakili Kepala Puslit Inovasi Daerah Kemendagri tentang kebijakan dan strategi pengembangan inovasi daerah, H. Yusron Hadi, ST., M.UM, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTB dengan tema pengelolaan kompetisi inovasi pelayanan public di Provinsi NTB, H. Agus Talino selaku Pemimpin Redaksi Koran Suara NTB dan juri independen NTB Novik yang menyampaikan materi dengan tema ekpsektasi publik terhadap inovasi pembangunan daerah, dan Camat Lantung Drs. Iwan Sofian mengenai Best Practices Pariri Si-Desa yang berhasil menembus top 99 Sinovik yang diselenggarakan Kementerian PAN-RB.

Bagi pemenang LIDDA 2018 disediakan trophy, piagam penghargaan dan insentif sebesar Rp. 5 juta untuk juara 1, Rp. 4 juta untuk juara 2, dan Rp. 3 juta untuk juara 3. Hadiah akan diserahkan pada event HUT Proklamasi 17 Agustus 2018 mendatang. (JEN/SR)

 

Yusron Hadi nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *