SUMBAWA BESAR, SR (28/12/2016)
Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril B.Sc mengatakan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural yang dilakukan pemerintahannya di halaman apel Kantor Bupati, Rabu (28/12) sore tadi adalah yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Sumbawa. Mutasi tersebut adalah yang kedua bahkan akan ada yang ketiga di penghujung Desember 2016 ini. Dengan mutasi yang sudah dua kali digelar ini, Haji Husni—akrab Bupati disapa, meminta masyarakat untuk tidak menganggap pemerintahannya doyan melakukan bongkar pasang pejabat. Acara mutasi dan pengukuhan pejabat struktural ini merupakan amanat regulasi untuk mengisi perangkat daerah baru yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah No. 12 tahun 2016 tentang Susunan dan Kedudukan Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa. Acara ini juga menjadi bagian dari ikhtiar Husni–Mo untuk meningkatkan akselerasi birokrasi dalam pencapaian target yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan tahunan dan lima tahunan. “Jujur saya sampaikan, ada yang memberi saya masukan agar pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural yang saya pimpin langsung cukup sebatas kepala perangkat daerah dan camat, kemudian pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural yang lain dilakukan oleh kepala perangkat daerah di kantornya masing-masing. Namun saya bersikeras dan tetap pada pendirian untuk melaksanakan acara ini secara tersentralisasi seperti yang kita gelar pada hari ini. Sebagai bupati, saya ingin memanfaatkan kesempatan langka ini untuk berbicara di hadapan seluruh pejabat struktural lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa,” kata Haji Husni, seraya menyatakan momentum mutasi ini tidak hanya dimaknai sebagai acara seremonial belaka, tetapi juga sebagai wahana konsolidasi guna menghadapi tahun anggaran 2017 yang tinggal beberapa hari lagi.
Untuk diketahui, Tahun 2016 yang sebentar lagi akan berlalu, namun telah menorehkan beberapa catatan manis. Untuk keempat kalinya Sumbawa berhasil mempertahankan predikat wajar tanpa pengecualian dalam hal tata kelola keuangan daerah. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik, Sumbawa juga mencapai predikat yang sangat prestisius, berhasil meloncat dari zona merah pada Tahun 2015 mencapai zona hijau pada tahun 2016 tanpa melalui zona kuning. Atas pencapaian ini, Bupati mengaku menerima penghargaan dari Wakil Presiden beberapa waktu yang lalu di Jakarta. “Yang lebih penting, selama 10 bulan 11 hari usia pemerintahan kami, apresiasi dan terima kasih dari masyarakat sudah terasa terutama berkaitan dengan geliat pembangunan infrastruktur jalan yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara siginifikan,” imbuhnya.
Tahun 2017, Haji Husni berjanji akan mempertahankan catatan manis tersebut, dan memperluas catatan prestasi pada bidang yang lainnya. Motivasi untuk berprestasi ini penting untuk digelorakan bukan sekedar mengejar trofi dan penghargaan dari pemerintah pusat atau provinsi, tetapi penting artinya agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. “Bapak-ibu bisa bayangkan, kalau tahun depan kita bisa mempertahankan WTP untuk kelima kalinya, maka kita akan mendapatkan dana insentif dari pemerintah pusat yang jumlahnya puluhan milyar. Dana itu dapat kita gunakan untuk menuntaskan pembangunan berbagai infrastruktur, melanjutkan pemberian kredit tanpa bunga kepada petani, membiayai program pendidikan dan kesehatan serta program lainnya,” ujarnya.
Karenanya, selesai dilantik, Ia berharapkan kepada seluruh pejabat struktural untuk bekerja mengambil peran masing-masing. Kepada kepala perangkat daerah Ia memerintahkan secara khusus untuk menuntaskan segala dokumen regulasi yang menjadi panduan dalam bekerja paling lambat dua bulan setelah pelantikan ini.
Dalam kesempatan itu Bupati menggariskan suatu kebijakan bahwa dalam menjalankan mutasi tidak ada aparatur sipil negara yang dirugikan. Karena itu secara tegas Ia menghindari adanya demosi apalagi adanya pegawai yang nonjob. “Sekeras apapun usaha yang telah dilakukan, kami sadar bahwa mutasi ini tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Oleh karena itu pada tempatnya jika hari ini saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada pihak-pihak yang mungkin dirugikan dengan adanya mutasi ini. Percayalah semua ini dihajatkan untuk kepentingan perbaikan kinerja organisasi bukan untuk merugikan siapa-siapa. Ikhtiar untuk menghasilkan outcome organisasi yang lebih baik akan terus dilakukan dengan melakukan evaluasi kinerja seluruh pejabat secara periodic,” pungkasnya. (JEN/SR)









Mutasi berdampak pada gejolak baru dlm masyarakat
Mutasi bukanlah satu2 nya solusi utk ke depan
jgn lupa dgn sindiran tau samawa…..
LES UTI TAMA RENTEK