SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 November 2015) — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyampaikan perkembangan terbaru terkait peningkatan infrastruktur jalan dalam Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026, Sabtu (22/11/25). Sejumlah ruas jalan prioritas di wilayah selatan dipastikan akan terus dilanjutkan melalui berbagai skema pembiayaan pusat maupun daerah.
Wabup Ansori menjelaskan bahwa peningkatan ruas Jalan Batu Dulang–Tepal sepanjang 8,1 km beserta alih trase Pruak Brang Treng akan dilaksanakan melalui pembiayaan INPRES Jalan Daerah 2025–2026 dengan skema kontrak tahun jamak. Menurutnya, proyek ini menjadi salah satu fokus karena kebutuhan aksesibilitas masyarakat di kawasan selatan cukup mendesak.
Untuk ruas Jalan Lenangguar–Teladan sepanjang 7,4 km, pemerintah daerah berharap pengerjaannya dapat dimulai pada tahun 2026. Sementara ruas Tepal–Batu Rotok sepanjang 12 km baru dapat dikerjakan setelah penyelesaian Jalan Batu Dulang–Tepal, mengingat keterkaitan jalur dan teknis pelaksanaan.
“Ketiga ruas jalan tersebut telah memenuhi syarat pelaksanaan karena readiness criteria (RC) sudah dipenuhi oleh pemerintah daerah,” jelas Wabup.
Selain itu, peningkatan ruas Jalan Labuhan Kuris–Labuhan Terata tetap menjadi prioritas penanganan. Pemerintah daerah akan kembali mengusulkan pembiayaannya melalui DAK Fisik Jalan 2027 maupun APBD 2026, bergantung pada ketersediaan anggaran.
Di bagian lain, Wabup Ansori juga memaparkan bahwa pembangunan Jembatan Kayu Madu serta ruas Jalan Lantung–Ropang telah diusulkan melalui pembiayaan INPRES Jalan Daerah. Namun, usulan tersebut masih terkendala prioritas pembiayaan pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkab Sumbawa memastikan kedua proyek tersebut akan kembali diajukan dalam INPRES Jalan Daerah 2026 dan DAK Jalan 2027.
Pemerintah daerah berharap dukungan pendanaan pusat dapat terus mengalir sehingga percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terpencil dapat terealisasi dan memberikan dampak langsung bagi mobilitas warga serta pertumbuhan ekonomi lokal. (SR)






