Dorong Ekonomi Berkelanjutan, Gubernur NTB Minta Pariwisata Tak Abaikan Lingkungan

oleh -86 Dilihat

LOMBOK BARAT, samawarea.com (28 November 2025) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Hal itu disampaikannya saat membuka Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) XIII di Aruna Senggigi Resort & Convention, Lombok Barat, Kamis (27/11).

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut menekankan arah pembangunan NTB yang berbasis prinsip keberlanjutan.

“Kami ingin meningkatkan PAD, tetapi di waktu yang sama tidak ingin mewarisi kerusakan kepada anak cucu kami. Kami ingin membangun ekonomi yang berkesinambungan dan berkelanjutan,” tegasnya.

Miq Iqbal menyebut penguatan konsep pariwisata berkelanjutan sangat penting, mengingat sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Meski PAD pariwisata dikelola kabupaten/kota, ia menegaskan dampaknya sangat signifikan bagi perekonomian provinsi.

“Saya berharap kongres ini menghasilkan rekomendasi yang tajam sebagai pengungkit pembangunan pariwisata NTB,” ujarnya.

Ia juga memaparkan visi Makmur Mendunia, yang menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas sebelum mendorong daya saing global.

“Makmurnya dulu, sambil kita menduniakan. Karena kita tidak ingin ada satu pun yang tertinggal dalam proses kemajuan ini,” tutupnya.

Selain pariwisata, Miq Iqbal mengajak peserta kongres memperkuat konsep Blue Economy, sebagai pendekatan pembangunan yang cocok bagi wilayah kepulauan. NTB bersama provinsi-provinsi kepulauan lainnya tengah menyiapkan usulan regulasi khusus yang lebih sesuai dengan karakteristik geografis dan potensi maritim.

Kongres AFEBI XIII bertema Kampus Berdampak untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan” ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI, Brian Yuliarto serta ratusan akademisi dan lembaga ekonomi–bisnis dari seluruh Indonesia.

Dalam forum tersebut, Bank Indonesia menyoroti pentingnya percepatan digitalisasi sistem pembayaran di kawasan pariwisata. Salah satu inovasi unggulan yang dipamerkan adalah QRIS Border, yang kini diperluas penggunaannya hingga kawasan ASEAN, Asia, dan Eropa.

Menurut Ignatius Adhi Nugroho, QRIS merupakan fasilitas pembayaran modern karya anak bangsa yang dapat memperkuat pengalaman wisatawan dan menopang ekosistem pariwisata nasional.

Dari sektor industri, PT Krakatau Steel menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional maupun pariwisata. Baja produksi dalam negeri telah banyak digunakan pada proyek bandara, pelabuhan, dan infrastruktur strategis lainnya yang menjadi fondasi pengembangan destinasi wisata.

Sementara itu, dari sektor transportasi udara, perwakilan Pelita Air, Putra Pradipta, menyatakan kesiapan perusahaan memperkuat konektivitas sekaligus mendukung strategi green economy dan blue economy.
Pelita Air saat ini mengoperasikan 15 pesawat dan menargetkan penambahan satu unit pada bulan depan untuk memperluas rute dan kapasitas layanan.

Kongres AFEBI XIII diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan dunia usaha dalam membangun pariwisata NTB yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global, tanpa mengorbankan keberlangsungan lingkungan. (SR)

nusantara pilkada NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *