Petani di Tua Nanga Meratap Kehilangan Hampir 100% Hasil Panen Jangung

oleh -471 Dilihat

Petani di Desa Tua Nanga, Kecamatan Poto Tano, terdampar dalam keputusasaan karena hampir 100% hasil panen jangung mereka gagal.

Dalam wawancara dengan Samawarea pada Kamis (14/3), seorang petani dari Desa Tua Nanga Kecamatan Poto Tano Pahmi mengungkapkan kepahitan mereka. Dari 6 hektar lahan yang ditanami, hanya sekitar satu are yang bisa dipanen, namun dengan hasil yang jauh dari optimal. Sisa tanaman yang bisa diselamatkan hanya tumbuh di kubangan air, sedangkan yang lainnya telah dijadikan pakan ternak setelah tidak lagi berbuah.

Kegagalan panen ini dipicu oleh curah hujan yang minim dan cuaca yang tidak menentu. Meskipun saat ini curah hujan meningkat, tanaman jangung tidak dapat diselamatkan lagi. Situasi ini tidak hanya dialami oleh petani di Desa Tua Nanga, tetapi juga di Desa Kiantar dan Petani Kecamatan Poto Tano pada umumnya.

Baca Juga  Siap Cetak Ahli Lingkungan Hidup, UTS Resmi Tambah Prodi Baru

Meskipun curah hujan saat ini cukup tinggi, petani di wilayah tersebut masih ragu untuk menanam lagi karena khawatir curah hujan ini tidak akan bertahan lama mengingat siklus hujan biasanya di bulan 4 atau 5 sudah tidak ada, sehingga petani di Desa Tua Nanga takut gagal kembali mengingat Beban hutang ke bank pinjaman untuk tanam jangung belum bisa kita bayar, karna petani yang mengandalkan hasil panen untuk membayar utang mereka.

Kehilangan pertama mungkin bisa diatasi dengan menjual ternak, namun jika kegagalan panen terjadi dua kali berturut-turut, petani tidak akan memiliki sumber daya lagi untuk membayar hutang mereka. Mereka juga harus menghadapi krisis finansial akibat minimnya pendapatan dari hasil panen.

Petani ini sangat berharap akan adanya intervensi dari pemerintah. Mereka memohon agar pemerintah memberikan penangguhan pembayaran hutang ke bank hingga musim tanam tahun depan, atau memberikan bantuan bibit untuk melakukan penanaman kembali. Dengan adanya bantuan tersebut, petani di wilayah tersebut yakin akan memiliki semangat baru untuk bercocok tanam di masa yang akan datang.

Baca Juga  SMPN 2 Moyo Hilir Panen Perdana Tanaman Hidroponik, Wabup Salut Kreatifitas Sekolah 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Ir. Muhammad Saleh,M.Si yang di hunbungi media ini beberapa waktu yang lalu melalui WA Seluler sampai berita ini diterbitkan tidak ada jawaban. konfirmasi berita tersebut, karna tidak ada jawaban dari Dinas Pertanian media ini mencoba konfirmasi ke Skretaris Daerah Amar Nurmansyah yang di konfirmasi di Masjid Agung Darus Salam Beberapa waktu lalu mengatakan kalau konfirmasi berita terkait pertanian silahkan kepertanian karna saya bukan kadis pertanian,” ungkapnya.

rokok
rokok pilkada mahkota NU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *