PT USI Berdiri di Konsensi Amman Mineral Tanpa PGB dan Ijin Lingkungan

oleh -1075 Dilihat

SUMBAWA BARAT, samawarea.com (28 November 2023) – PT. Unggul Sejati Indonesia (USI) dikabarkan mendirikan bangunan di atas konsesi PT. Amman Mineral Nusa Tenggara tanpa mendapatkan rekomendasi resmi.

Saat inspeksi mendadak oleh Tim Dinas PU Bidang Tata Ruang dan Dinas Lingkungan Hidup, PT. USI juga belum memiliki Izin Pembangunan Gedung (PBG) dan Izin Lingkungan. Meski demikian perusahaan itu diduga nekat beroperasi.

Pantauan media ini, saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Tim dari Dinas PU Bidang Tata Ruang dan Dinas Lingkungan Hidup yang kedua kalinya setelah disegel Bulan September lalu ke lokasi PT. USI, Herianto dari Dinas Lingkungan Hidup didampingi Ana Parhana ST dari Bidang Tata Ruang, langsung menanyakan progres pengurusan perijinan selama dua bulan ini. Izin dimaksud adalah Ijin Pembangunan Gedung (PBG) dari Tata ruang dan Ijin Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup.

Kepada pihak perusahaan, Irwanto selaku petinggi perusahaan mengaku sudah mengurus ijin PBG namun belum terbit. Perusahaan juga sudah menyurati PT AMNT untuk ijin penggunaan lokasi namun belum mendapat jawaban. Dengan tidak adanya izin yang dikantongi, Irwanto mengaku perusahaannya tidak beroperasi.

Baca Juga  Pers Sebagai Katalisator Pembangunan

Dalam kesempatan itu Hana Parhana membenarkan bahwa PT.USI sudah mengajukan permohonan izin PBG namun belum bisa diproses karena di lahan PT USI berdiri merupakan konsesi Amman Mineral. Karena itu PT USI harus mengantongi rekomendasi dari PT. AMNT sehingga izin PBG bisa diproses.

Namun dalam diskusi tersebut terlihat pihak perusahan kurang memahami cara mengurs  ijin, karena mereka memperlihatkan izin dari desa dan kecamatan sebagai izin lingkungan. “Kami ada izin lingkungan dari desa dan kecamatan,” aku Irwanto.

Hal ini langsung ditanggapi Herianto bahwa Izin Lingkungan hanya dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup bukan desa atau kecamatan. Surat dari desa dan kecamatan hanya sebagai syarat pengurusan PBG, yang harus ada persetujuan tetangga atau yang memiliki wilayah setempat.

Baca Juga  Dukung Smart City, Bale IT Luncurkan Aplikasi "Jelaja Samawa"

“Kami sangat mendukung investasi, tapi investasi yang tidak melanggar aturan. Apalagi pengurusan ijin saat ini cukup pakai OSS dan sangat mudah,” tandas Heri.

Pantauan media ini, meski perusahaan mengaku tidak beroperasi karena belum mengantongi izin, namun terlihat pernah ada aktivitas, seperti bekas produksi berupa semen yang belum kering setelah dibersihkan, dan bekas ban kendaraan pada samping tampungan material.

Untuk diketahui tim tidak mengunjungi PT. Waskita. Sebelumnya tim sempat menyegel kantor perusahaan tersebut karena tidak memiliki kelengkapan izin. Sekarang sedang berproses untuk Perteknya dan ijin PGB.  Untuk ijin lingkungannya, PT Waskita Cukup mengurus ijin SPPL karena skala kecil.

Masih banyak perusahaan yang berkantor di wilayah tambah. Tim tidak bisa leluasa masuk ke dalam area sehingga terbatas dalam melakukan pengawasan dan pembinaan. (HEN/SR)

mahkota rokok NU
Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *