Johan Rosihan Berikan 22,5 Ton Bibit Jagung Hibrida Nasa29 untuk Sembilan Kecamatan di Bima

oleh

BIMA, samawarea.com (7 Desember 2022)–Masyarakat pulau Sumbawa menggantungkan nasib dan kehidupan mereka sebagian besar pada pertanian, termasuk masyarakat yang ada di Bima. Salah satu sektor pertanian yang banyak digeluti oleh masyarakat Bima yaitu jagung.

Beberapa tahun lalu, hasil panen jagung melimpah yang di dapatkan Indonesia merupakan hasil kontribusi dari pulau Sumbawa. Namun semakin banyaknya petani yang menggeluti di sektor jagung, tidak sebanding dengan mahalnya bibit jagung di pasaran.

Hanura

Akibat harga yang mahal, muncul beberapa rumor dimasyarakat yang mengatakan bahwa bibit jagung berkualitas baik terbilang “langka” untuk didapatkan.

Bahkan karena bibit jagung yang mahal, beberapa petani terpaksa membeli bibit jagung seadanya saja agar bisa tetap menanam jagung, sedangkan beberapa diantaranya masih menunggu harga jagung menjadi murah. Namun hingga waktu tanam jagung tiba, harga jagung belum juga kunjung merakyat.

Seperti yang diakui oleh beberapa petani yang ada di Bima, besarnya harga jagung menimbulkan rasa takut untuk mulai menanam jagung kembali karena keterbatasan biaya yang dimiliki oleh para petani.

Biaya yang seharusnya dialokasikan untuk keperluan tanam jagung yang lain, mereka khawatirkan habis untuk membeli bibit jagung.

Baca Juga  Anggaran Pembebasan Lahan Bendungan Kerekeh Diupayakan dari APBN dan Provinsi

“Belum lagi harus beli yang lainnya, pupuk dan obat semprot, khawatir kami dengan uang yang tidak cukup. Apalagi harga bibit mahal, memang bibit ini jadi kendala utama karna bibit bagus, bagus juga hasil kita nanti,” ungkap salah satu petani.

Kekhawatiran dana yang minim, serta bibit yang mahal, menjadikan para petani jagung takut tidak dapat melanjutkan perekonomian mereka dengan bertani.

Karena itu, Johan Rosihan pada 7 Desember 2022, memberikan 22,5 Ton Bibit Jagung Hibrida Nasa 29 untuk Bima kemudian akan disalurkan kepada sembilan kecamatan yang ada di Bima, yaitu Sape, Lambu, Parado, Palibelo, Langgudu, Monta, Wera, Ambalawi, dan Soromandi.

Pembagian bantuan berupa bibit ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban para petani jagung dalam mendapatkan bibit jagung, dan juga bisa membantu mengurangi pengeluaran biaya yang dihadapi oleh petani jagung.

Bantuan berupa bibit jagung ini juga diharapkan dapat memudahkan petani dalam menemukan bibit yang bagus untuk ditanam agar hasil panen yang memuaskan bisa didapatkan oleh petani jagung.

Harapan lainnya juga agar petani tidak kesusahan membeli bibit dari luar kota bahkan luar pulau, membeli dari luar kota atau luar pulau memiliki resiko yang banyak. Salah satu resikonya adalah bibit tisak sesuai dengan keinginan petani.

Baca Juga  Penanganan Kasus Mafia Tanah di Daerah 'Tumpul' Nyonya Lusi Bersurat ke Presiden Jokowi

“Kami sudah berpikir akan beli ke penjual yang ada di kota sebelah atau di pulau seberang, saking bingungnya mencari bibit yang terjangkau. Tapi kami sangat bersyukur akhirnya mendapatkan bantuan dari pak Johan Rosihan” lanjutnya

Johan Rosihan memiliki tekad yang kuat membantu petani dalam memudahkan proses penyaluran kebutuhan untuk para petani. Yang dalam hal ini salah satu langkah yang diambil yaitu memberikan bantuan kepada para petani yang membutuhkan.

“Saya berharap apa yang bisa kami bantu bisa bermanfaat bagi para petani dan juga bisa memudahkan para petani dalam menguatkan perekonomian mereka. Bibit jagung ini juga saya harapkan bisa sampai dengan baik ke tangan para petani untuk kemudian segera ditanam oleh petani jagung,” ujar Johan Rosihan.

Politisi PKS ini juga mengatakan bahwa, apa yang dilakukan tidak seberapa dibandingkan apa yang sudah diberikan oleh petani jagung selama ini. Kenaikan popularitas jagung membantu menaikkan perekonomian di sektor pertanian dan diharapkan bisa menaikkan pendapatan para petani agar bisa hidup dengan layak. (*)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *