Baru Selesai Dikerjakan, Bangunan Puskesmas Tarano Banyak yang Rusak

oleh
Kondisi di beberapa bagian bangunan Puskesmas Tarano yang selesaikan dikerjakan Tahun 2021

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (3 Desember 2022)–Meski pembangunannya baru diselesaikan tahun 2021, namun kondisi kontruksi bangunan UPT Puskesmas Tarano, Kabupaten Sumbawa, dikeluhkan pasien dan keluarganya. Sebab ada beberapa titik bagian atap yang bocor.

Selain itu ada beberapa toilet yang mampet, serta pembuangan dan pengelolaan limbahnya tidak jelas sehingga menimbulkan bau menyengat dan genangan air di beberapa tempat. Padahal Puskesmas Tarano yang informasinya dikerjakan CV Rajawali ini, menelan anggaran yang cukup besar sekitar Rp 7,8 miliar.

Hanura

Irwandi, salah satu keluarga pasien, mempersoalkan kondisi Puskesmas tersebut. Ia menilai pengerjaannya masih terbilang buruk. Sebab banyak kebocoran, toilet mampet dan genangan air dengan bau yang menyengat. Tak hanya itu, banyak keretakan di bagian dinding. Tentunya ini mengganggu kenyamanan pasien dan pengunjung. “Kalau kondisi ini dibiarkan bukannya pasien menjadi sehat malah tambah sakit,” sesalnya.

Baca Juga  Kapolda NTB Desak Perkuat Pemahaman Terkait Penormalan Baru

Irwandi yang juga Anggota DPRD dari Fraksi Hanura ini meminta perhatian serius dinas terkait dan mendesak kontraktor pelaksana untuk segera memperbaikinya. “Baru selesai dikerjakan saja sudah begini. Ini mengindikasikan hasil pengerjaan tidak berkualitas. Jadi kami tak yakin bangunan ini akan bertahan lama,” ujarnya.

Karenanya Irwandi juga mendesak aparat penegak hukum juga turun melakukan penyelidikan. Sebab patut diduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala UPT Puskesmas Tarano, dr. Hendro Ardiansyah yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan kondisi bangunan puskesmas yang dikeluhkan masyarakat. Puskesmas tersebut selesai dikerjakan Tahun 2021. Namun saat itu Ia sempat mempersoalkan pengelolaan limbah, karena IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) belum terpasang.

Baca Juga  Tak Lagi Naik Gunung Cari Sinyal, Kini Warga Daerah Terisolir Bisa Akses Internet

“Sudah kami laporkan ke kontraktor pelaksana sejak tahun 2021, tapi sampai sekarang belum dikerjakan,” kata Dokter Hendro, Sabtu (3/12) pagi ini.

Selain pengelolaan limbah, dr. Hendro juga mengaku ada beberapa toilet dan selokan yang mampet, bocor di beberapa titik, dan tembok retak-retak. Tapi sebagiannya telah dikerjakannya menggunakan uang pribadi. Sebab ketika menunggu respon dari kontraktor membutuhkan waktu.

“Saya kerjakan pakai dana pribadi, biar pelayanan tidak terganggu dan tidak ada masyarakat yang komplin. Soalnya komplinnya di kami bukan di kontraktor,” aku Dokter Hendro.

Persoalan ini ungkap dr Hendro, juga sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan yang kemudian menurunkan tim untuk mengecek kondisi bangunan. Nantinya Dikes yang akan mengkomunikasikannya dengan kontraktor pelaksana. (SR)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *