Puluhan Sopir Dump Truk di Plampang Demo, Minta Diakomodir PT Brantas Abipraya  

oleh

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 November 2022)–Puluhan sopir dump truk yang tergabung dalam Persatuan Angkutan Dump Truk (PADAT) bersama Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Camat Plampang, Rabu (30/11/2022).

Dalam aksinya, massa membawa puluhan armada dump truk yang diatur berjajar di sepanjang jalan lintas Sumbawa—Bima, tepat di depan kantor camat setempat. Massa mempersoalkan sejumlah proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya.

Hanura

Muhammad Sidik yang juga Ketua Umum LP2KP dalam orasinya menyebutkan, aksinya tersebut sudah yang ketiga kalinya selama proyek redemial bendungan yang dikerjakan PT Brantas berjalan. Namun sejauh ini tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan maupun pemerintah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat khususnya sopir dump truck yang mencari nafkah di wilayah Plampang.

“Aksi ini adalah bentuk kekecewaan masyarakat terhadap PT. Brantas Abipraya yang tidak memenuhi beberapa tuntutan yang telah disampaikan pada aksi-aksi sebelumnya,” teriak Sidik.

Untuk diketahui ungkapnya, ada 13 paket proyek yang dikerjakan PT Brantas dan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa dengan anggaran yang cukup besar. Dari belasan titik ini, terdapat 5 titik di Kecamatan Plampang, yaitu Bendungan Brangkolong, Bendungan Muer, Bendungan Sejari 1, Bendungan Selante dan bendungan di Kecamatan Labangka.

Baca Juga  Klaster Usaha Ternak Sapi di Batu Tering Diresmikan

Dia menilai pengerjaan proyek itu tidak melibatkan masyarakat lokal. “Dengan anggaran besar mencapai 181 milyar, masyarakat tidak merasakan manfaat akan keberadaan proyek tersebut,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Ketua Umum Persatuan Angkutan Dump Truk (PADAT), Amiruddin menyatakan aksi yang dilakukan ini kembali mengetuk nurani para pihak terkait untuk memperhatikan nasib mereka. Disebutkan, ada 50 armada dump truk sudah diajukan ke PT Brantas Abipraya untuk terlibat dalam proyek tersebut.

Namun sampai saat ini belum satuoun diakomodir. Justru PT Brantas Abipraya dan subkonnya mendatangkan dump truk dari luar wilayah Sumbawa. “Inilah yang membuat kami kecewa,” sesalnya.

Amir juga merasa kecewa dengan Camat Plampang tidak berada di tempat saat aksi unjuk rasa. “Kami menduga Camat Plampang selalu menghindari masalah ini, tidak ada niat baik untuk mencari solusinya, padahal tuntutan kami sangat sederhana, yaitu memberi kami ruang untuk berkerja, kami juga punya armada dan yang penting lainnya adalah pembayarannya juga harus masuk akal,” ujarnya.

Baca Juga  Hasil Validasi, Setiap Tahun Penerima Manfaat PKH di KSB Berkurang 40 Persen

Memang diakui Amir, pada hearing dalam aksi sebelumnya mereka dijanjikan bahwa perusahaan akan mengakomodir beberapa tuntutan massa. Tapi nilai sewa kendaraan yang sangat rendah dan tidak masuk akal sehingga memicu aksi ketiga ini.

Secara terpisah, Camat Plampang, Syaihuddin, SP mengaku tidak bisa menemui massa aksi secara langsung karena sedang ada kegiatan penting di ibukota Kabupaten Sumbawa. Namun Ia berjanji akan mengagendakan pertemuan dan diskusi pada hari berikutnya.

“Hari Jumat tanggal 2 Desember 2022 lusa, kita akan undang semua pihak terkait, agar ada solusi dari beberapa tuntutan massa aksi ini,” kata Kasi Trantib Kecamatan Plampang, Syarifuddin Ahid, S.Sos ketika mewakili Camat menerima massa aksi dan semua pihak termasuk dari PT Brantas Abipraya beserta subkonnya

Aksi demo berjalan damai dan lancar di bawah pengawalan dan pengamanan ketat dari gabungan personil Polsek Plampang dan anggota TNI Posramil 1607-02 Plampang yang dipimpin Kapolsek Plampang AKP Budiman Perangin Angin, SH. (BUR/SR)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *