Rektor UTS Hadiri Tiga Acara di KTT G20 di Bali

oleh

BALI, samawarea.com (17 November 2022)–Rektor UTS, Chairul Hudaya, Ph.D didampingi Direktur Kerja Sama Luar Negeri UTS, Eri Sofiatry M.Sc menghadiri tiga side-event dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, belum lama ini.

Pertama, acara “Tri Hita Karana Future Knowledge Summit: Intergenerational Dialogue for Our Emerging Future”, yang menghadirkan Menteri Nadiem Makarim dan Elon Musk. Kedua, acara Festival Kampus Merdeka. Ketiga, acara South-South and Triangular Cooperation (SSTC) yang dilaksanakan oleh Bappenas dan Islamic Development Bank (ISDB).

“Saya hadir bersama Direktur Kerjasama Luar Negeri, Mas Eri Sofiatry dan mendengarkan pemaparan dari para keynote speakers dan pembicara. Hadir Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Presiden IsDB Sulaiman Al Jasser, Prof. Jeffrey David Sachs, (President of UN Sustainable Development Solutions Network, Xiaojun Grace Wang (Deputy Director for Programme and Operations, United Nations Office for South-South Cooperation) dan Dr. Lukita Dinarsyah Tuwo, Executive Director for Indonesia Economic Transformation. Topik pembicaraan terkait dengan Sustainable Development Goal (SDG) melalui kerjasama internasional,” terangnya.

Baca Juga  Tiga Sekolah Wakili Sumbawa Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi

Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut SDG Prof. Sach, sang begawan Ekonomi Pembangunan Berkelanjutan menerangkan, tiga langkah untuk mencapai target SDG. Di antaranya, kesamaan persepsi dan visi tentang SDG, dukungan finansial publik dan perlu adanya kerjasama internasional.

“Kami bertemu juga dengan Dr. Vivi, yang menjadi salah satu narasumber. Beliau yang mengomandoi pencapaian SDG di Bappenas. Kepada beliau kami mengutarakan minat untuk mendirikan SDG Centers di UTS. Memang SDG center di universitas lain sudah lama ada. Tapi better late than never. UTS sendiri sangat aktif dalam melaksanakan program yang mendukung pencapaian program SDG. Sebut saja Program Merdeka, UTS Mengajar, solar-powered cold storage, electric bike NgebUTS, mesin pengering ikan bage, pupuk marisol dan lain sebagainya,” bebernya.

Baca Juga  Gubernur NTB Jaring Aspirasi Kepala Sekolah di Sumbawa

Dikatakan Rektor Chairul, inovasi-inovasi tersebut memang perlu dikembangkan. Dan kolaborasi adalah usaha untuk mengatasi bottleneck yang terjadi. UTS SDG centers kedepan akan menjadi wadah para dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, di samping melakukan kerjasama dengan pihak luar yang memiliki minat yang sama.

Kegiatan KTT G20 sendiri resmi berakhir pada 16 November 2022, menjadi salah satu momentum bersejarah bagi Indonesia di mata dunia. Setelah mengikuti KTT G-20 di Bali, Rektor UTS melanjutkan kunjungan kerja berikutnya ke Jakarta. (SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *