Jalan Penghubung Sepayung–Buin Rare Memprihatinkan, Terancam Putus

oleh

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 November 2022)–Arus transportasi menuju Dusun Buin Rare dan Kartasari, Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, terganggu. Pasalnya ruas jalan yang menjadi jalur satu-satunya warga setempat masih dalam kondisi tanah dan berlumpur.

Kepala Desa Sepayung, Sahabuddin kepada Wartawan Samawarea.com Biro Sumbawa Timur, kemarin, mengakui bahwa kondisi jalan penghubung ke Dusun Buin Rare dan Kartasari sangat memprihatinkan. “Jalan itu satu-satunya jalan penghubung yang dimabfaatkan warga Desa Sepayung untuk mencapai lahan pertaniannya,” kata Kades.

Menurut Sahabudin, jalan penghubung dari Sepayung Dalam ke Buin Rare dan Kartasari adalah jalan tanah dan berlumpur ketika musim penghujan. Pihaknya pernah mengusulkan pengerjaan jalan itu pada Musrenbang Tahun 2017–2018 namun pemerintah kabupaten menyatakan jika jalan itu adalah jalan non status. Karenanya sampai saat ini jalan tersebut belum mendapat perhatian pemerintah. Padahal sebelumnya Dusun Buin Rare adalah daerah transmigrasi.

Baca Juga  Ranperda OPD di Sumbawa, Dinas dan Badan Membengkak

Sementara Kadus Buin Rare, Ahmad Saini menambahkan, selain jalan, ada dua titik deker yang harus dibangun pada dua jalur air yang mengancam putusanya akses jalan itu. “Melihat kondisi jalan ini seperti jalan tempat beranaknya jin,” ketusnya.

Untuk diketahui, ungkap Kadus, jalan sepanjang 1000,7 meter ini dilalui oleh 200-an kepala keluarga yang mencapai 5.000 jiwa.

“Saya selaku Kadus terus didesak warga agar jalan itu bisa diperjuangkan untuk diperbaiki mengingat nasib anak-anak kami yang SD sekolah di Sepayung Dalam, sedangkan SMP, SMA/SMK di Kota Kecamatan Plampang. Kalau musim hujan bermandi lumpur, kalau musim kemarau bermandikan debu. Dan tidak jarang anak-anak kami jatuh terpeleset dan harus berlumur lumpur, dan terlambat datang ke sekolah akibat kembali pulang ganti seragam,” ujarnya.

Baca Juga  Kemenkeu Siap Bantu Wujudkan Visi UTS

Atas nama warga Dusun Buin Rare dan Karta Sari, Kadus berharap kepada pemerintah melalui Dinas PUPR Sumbawa turun melihat secara langsung situasi jalan tersebut agar mata dan hati mereka tergugah dan masih menganggap warga setempat sebagai bagian dari rakyat Sumbawa dan Indonesia. (BUR/SR)

 

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *