Reses di Kelurahan Bugis, Waka Ansori Didoakan Jadi Bupati Sumbawa

oleh

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (16 November 2022)–Drs. Mohamad Ansori didorong untuk ikut dalam kontestasi Pilkada Sumbawa 2024 mendatang. Nama Ketua Gerindra Sumbawa Sumbawa ini disebut sangat berpeluang menjadi Bupati ataupun Wakil Bupati Sumbawa.

Dalam berbagai momen, baik pribadi maupun kelompok, masyarakat secara terang-terangan mengutarakan doa dan dukungan kepada politisi berlatar pengusaha yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Sumbawa. Salah satunya, pada moment Reses 3 Masa Sidang Ketiga Tahun 2022 di Karang Kuris RW 08 Kelurahan Bugis, Selasa (15/11/22).

Abdul Halim Tarji, tokoh masyarakat setempat menyampaikan dukungan dan doanya agar Ansori tidak hanya kembali duduk di DPRD, tapi juga menjadi Bupati ataupun Wakil Bupati Sumbawa. “Saya memohon kepada masyarakat di sini untuk mendoakan bapak Ansori duduk di legislatif ataupun eksekutif,” pintanya.

Baca Juga  Pemda Sumbawa Tetapkan Jam Kerja Selama Ramadhan

Tarji—sapaan pengusaha ini, menilai Ansori sebagai figur yang pas untuk memimpin daerah. Mengingat track recordnya yang cemerlang, baik sebagai pengusaha maupun anggota legislatif,  karena eksistensinya sangat dirasakan masyarakat.

“Eksistensinya ini dalam bentuk bantuan pribadi yang hadir di rumah-rumah ibadah, di sekolah, TPQ, Panti Asuhan, Rumah Quran, Majelis Ta’lim, hingga kelompok UMKM,” bebernya.

Menyikapi permintaan dan doa masyarakat, Waka Ansori menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, itu tergantung dari dukungan dan kepercayaan serta mekanisme yang ada di partai. Siapa yang akan ditunjuk Partai, itulah yang akan maju.

Ansori di hadapan warga dan Lurah Bugis, menyampaikan kebahagiaan bisa menjadi bagian yang utuh dari Sumbawa. Sebagai Putra Sumbawa Kelahiran Jawa (PSKJ), ia merasa sangat istimewa dipercayakan menjadi wakil rakyat di DPRD.

Baca Juga  Si Jago Merah Mengamuk,11 Rumah Terbakar

“Sumbawa menjadi sangat istimewa karena merupakan miniatur dari NKRI. Semua suku ada di sini. Keberagaman menjadi kunci kuatnya persatuan. Jadi, PSKJ ini, yang membedakan hanya tempat lahir. Namun hidup dan mati kami adalah di Sumbawa. Kami tinggal di Sumbawa, berusaha di Sumbawa, mencari rezeki di Sumbawa, semua anak di Sumbawa, rumah di Sumbawa. Andai saya boleh memilih, dulu saya akan memilih lahir di Sumbawa. Inilah takdir kita,” tandasnya, seraya berharap dukungan dan doa masyarakat Kelurahan Bugis, agar bisa berbuat dan berkontribusi secara lebih maksimal. (SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *