Bahas Isu Lingkungan, Reses Yamin Abe Hadirkan “Rorow Project”

oleh

SAMAWAREA PARLEMENTARIA, KERJASAMA DENGAN DPRD KABUPATEN SUMBAWA

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (15 November 2022)–Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si melanjutkan tradisi diskusi dan dialog dalam kegiatan resesnya. Metode ini sangat berbeda dengan reses anggota DPRD lainnya. Sebagai seorang yang berlatar akademisi dan aktivis, diskusi seperti ini sangat lazim dilakukannya.

Pada resesnya di Sekretariat DPC Hanura Kabupaten Sumbawa, Selasa (15/11) malam, Yamin Abe—sapaan politisi ini, membahas isu lingkungan. Dalam diskusi tersebut Yamin Abe mengundang Tim dari Rorow Project untuk mempresentasikan programnya yang berjudul “Kendalikan Sampah Plastik dengan Ecobrick”.

Dimoderatori Dr. Rusdianto M.Pd, diskusi yang berlangsung dinamis ini menghadirkan Kadisnakertrans Sumbawa, perwakilan Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Direktur Perseroda yang juga Wakil Rektor UNSA, Camat Sumbawa, dan aktivis lingkungan.

“Sengaja saya mengemas reses ini dengan menggunakan metode diskusi. Konsep reses ini memang berbeda dari reses anggota DPRD lainnya,” ucap Yamin Abe.

Ia berharap melalui resesnya ini, melahirkan kebijakan tentang pengelolaan sampah dan membangkitkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kita tidak perlu membahas isu lingkungan skala besar, padahal di lingkup terkecil yaitu rumah tangga jauh lebih penting karena berdampak besar bagi lingkungan,” ujarnya.

Sementara Perwakilan Rorow Project, menyebutkan bahwa berdasarkan data di Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Sumbawa setiap harinya menghasilkan 187 ton per hari dan terbanyak sampah rumah tangga. Sampah terus bertambah setiap harinya namun pengelolaannya yang menurun. Hal inilah yang menyebabkan menggunungnya sampah.

Baca Juga  Gubernur Siap Turun Tangan Atasi Keluhan Camat dan Kades di Lunyuk

Melihat kondisi ini, untuk mengatasinya bukan menjadi ranah pemerintah semata tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu pihaknya hadir untuk memberikan solusi melalui gerakan yang diberi nama “Ecobrick”.

“Kita cacah sampah plastic, lalu kita masukan dalam wadah berupa botol air mineral. Selanjutnya ecobick dapat dijadikan furniture, dinding taman, dan lainnya, yang tentunya memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Hj Teti dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, mengapresiasi gerakan anak muda tergabung dalam Rorow Project yang sangat peduli terhadap lingkungan. Jika semua lingkungan ada anak-anak muda seperti ini, Hj Teti meyakini tidak akan ada lagi dinas yang menangani persoalan lingkungan, karena semua sudah tertangani.

Untuk diketahui, ungkapnya, sampah di Kabupaten Sumbawa terus mengalami peningkatan. Sebelumnya 187 ton sehari kini meningkat menjadi 200 ton atau setiap jiwa menghasilkan 0,5 kilogram sampah per hari. Karena itu gerakan anak-anak muda Rorow Project ini patut disupport dengan sarana prasarana agar tidak sebatas pajangan, termasuk menfasilitasi pasar.

Di tempat yang sama, Kabag Ekonomi Setda Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo meminta Rorow Project ini dapat menggalang kolektivitas bagaimana membuat pameran, membentuk komunitas berjejaring dan lainnya yang kemudian didukung pemerintah daerah melalui leading setor terkait. Sebab aksi nyata Rorow Project ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mengelola lingkungan terutama sampah. “Kita harus mendukung atmosfer produktifitas seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga  Seminggu Sampah Tidak Diangkut, Lurah Bugis dan Bhabinkamtibmas Turun Tangan

Kabid Perindustrian Diskoperindag UKM, Andi Kusmayadi mengatakan bahwa Roro project ini bagian dari kegiatan usaha yang harus dilegalisasi salah satu membuat NIB.

Sekarang ini Pemda diwajibkan membeli produk local, yang diikuti dengan adanya e-katalog lokal. Hal ini memberikan kepastian pasar bagi proyek ini.

“Setelah pasarnya sudah pasti, maka project ini akan hidup karena muncul kesadaran masyarakat untuk memilah sampah karena akan langsung dibeli rorow project sebagai bahan baku dalam membuat produk yang akan dilempar ke pasar,” imbuhnya.

Dirut Perseroda (Perusda), Dr. Syafruddin MM, mengatakan, kegiatan yang digeluti Roro Project ini bisa menjadi cor bisnis. Untuk itu sangat penting support dari pemerintah. “Kreatifitas dan inovasi yang tidak punya industry, maka hanya menjadi sejarah,” tandasnya.

Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofian menyatakan bahwa berbicara sampah harus dibarengi dengan komitmen yang kuat. Jika tidak memiliki komitmen, maka persoalan sampah ini tak bisa tertangani. Sampah di daerah ini diakui Camat Iwan, menjadi persoalan sangat serius. Pihaknya telah mengumpulkan semua lurah dan mewajibkan untuk membentuk komunitas pengelolaan sampah berbasis RT di wilayahnya masing-masing.

Kadis Nakertrans Sumbawa, Dr. Budi Prasetyo mendorong semua pihak untuk menjadikan Sumbawa bebas sampah. Untuk mewujudkannya adalah membangun kesadaran kolektif: “Gerakan ini harus kita mulai dari diri kita sendiri,” pungkasnya. (SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *