Ketahanan Pangan Desa Labuan Aji Kecamatan Badas Kabupaten Sumbawa

oleh

Oleh: TIM PROMER DESA LABUHAN AJI

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (12 November 2022)–Ketahanan Pangan adalah segala sesuatu yang bersumber dari produk hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan kehutanan, baik bahan pangan yang diolah maupun bahan pangan yang tidak diolah (mentah). Ketahanan pangan sendiri merupakan kondisi dimana dalam kebutuhan pangan yang ada dalam suatu rumah tangga itu terpenuhi, baik dalam hal jumlah, kualitas, maupun harga pangan itu sendiri.

Hanura

Ketahanan pangan sendiri dapat diartikan bahwa kebutuhan dalam hal pangan dalam suatu rumah tangga memiliki ketahanan pangan jika mereka tidak berada dalam kondisi kelaparan. Ketahanan pangan itu adalah hal mendasar yang harus dipenuhi oleh setiap manusia karena menyangkut kebutuhan hidup itu sendiri.

Manfaat dalam mempertahankan ketahanan pangan salah satunya: (1) pemenuhan  dengan gizi yang cukup merupakan hal yang paling mendasar bagi manusia, (2) kualitas pangan dan gizi yang dikonsumsi merupakan unsur penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, (3) karena ketahanan pangan merupakan salah satu tiang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Itulah mengapa “peran pemerintah dalam hal membantu dan menjaga kestabilan pangan itu terlaksana dan semakin meningkat karena sangat penting dalam hal menjaga kebutuhan hidup masyarakat” seperti yang ditetapkan pada undang-undang No 18 tahun 2015 tentang pangan.

Baca Juga  UTS Launching Global Village

Dari potensi yang sering di hasilkan untuk kebutuhan pangan di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Badas dapat dilihat dari sisi pertanian, perkebunan, peternakan, dan kehutanan yaitu:

PERTANIAN

Di Desa Labuhan Aji masyarakat disini lebih berfokus pada dua bahan pangan, yaitu padi dan wijen. Seperti yang dikatakan Bapak Samsudin, bahan pangan padi yang ditanam masyarakat Lab Aji sangat jarang sekali dijual, mereka menggunakan hasil padi sebagai bahan pangan atau sebagai bahan kebutuhan sehari-hari. Hasil panen wijen biasanya langsung dijual dikarenakan di Desa Labuhan Aji tidak adanya produsen untuk memproduksi bahan mentah menjadi bahan jadi, dilihat dari kendala listrik yang masih minim yaitu 12 jam/hari.

PERKEBUNAN

Dalam hal perkebunan masyarakat Labuhan Aji hanya berfokus pada satu bahan pangan yaitu jambu mente, biasanya hanya dipanen satu kali dalam satu tahun yang dilakukan pada bulan September – November. Harga jual dari hasil panen Jambu Mente itu tergantung dari hasil buah yang dipanen,  apakah buah itu berkualitas atau tidak, seperti yang dikatakan bapak Ruslan.

KEHUTANAN

Ibu Nurhayati berkata bahwa faktanya masyarakat di sini hasil pangan dalam sektor kehutanan adalah madu, dimana masyarakat disini meluangkan waktu senggang mereka untuk mengambil atau berburu madu. Madu yang dihasilkan Pulau Moyo sangat murni dan lansung dari pohon itu sendiri. Madu di Pulau Moyo biasanya dipanen 2-3 kali dalam setahun.

Baca Juga  UTS Terbanyak Lolos Proposal Pendanaan PKM se-Kopertis VIII

PETERNAKAN

Ibu Amisyah berkata, hewan yang diternak antara lain; sapi, kerbau, kambing, dan ayam. Untuk hasil ternak selain menjual-belikan hewan ternak di dalam desa, mereka juga menjual di berbagai desa di Pulau Moyo. Uniknya mereka lebih menggunakan perahu untuk mengantar hewan ternak dengan cara memutari pulau daripada harus menggunakan akses jalan.

Pemerintah sangat berperan penting dalam berkontribusi dan hadir di tengah masyarat untuk memberikan bantuan baik secara finansial maupun materi. Karna ketahanan pangan itu sendiri adalah sebagai sumber kebutuhan manusia. Dampak kestabilan jika ketahanan pangan terganggu yaitu: kelaparan di akibatkan bahan pangan yang kurang, kemiskinan akibat gagal panen, kekurangan gizi sangat berdampak pada pertumbuhan.

Beberapa cara mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan agar produktif adalah hasil dari pertanian, perkebunan, peternakan, dan kehutanan. Dapat diolah sehingga meningkatkan harga jual itu sendiri dengan meluncurkan beberapa produk barang jadi dari khas Pulau Moyo Desa Labuhan Aji. (*)

Dikes PTSJR Nasdem Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *