Prof Din: Kupas Makna Falsafah Tau Samawa, TR: Adat Masa Depan, Masa Depan Adat

oleh

Sidang I Mudzakarah Rea LATS 2022: Budaya Dalam Penyatuan Bangsa

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (30 Oktober 2022)–Sidang Mudzakarah Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) 2022 menghadirkan tokoh Sumbawa level nasional maupun internasional sebagai pemateri. Pada sidang I, menghadirkan Prof. Dr. Din Syamsuddin, Taufik Rahzen dan Nuryahman.

Sidang yang dimoderatori Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Dr. Ikhsan Safitri M.Sc ini mengangkat tema tentang Budaya Dalam Penyatuan Bangsa.

Dalam paparannya, Prof Din Syamsuddin menguraikan makna dari falsafah Tau Samawa “Adat Barenti ko Sara’ Sara’ Barenti ko Kitabullah. Menurutnya, Parenti atau prinsip yang menggerakkan daya pikir dan laku yang kemudian menjadi elan vital kehidupan orang Sumbawa. Sedangkan Taufik Rahzen menyampaikan makalahnya secara daring berjudul “Adat Masa Depan, dan Masa Depan Adat.

Kedua tokoh tersebut menyebutkan bahwa adat bukan berarti menghadirkan masa lalu seutuhnya tetapi juga melihat ada relevansinya dengan masa kini. Karena perubahan cepat telah terjadi sehingga adat harus mengadaptasi diri untuk mengikuti perkembangan zaman.

Baca Juga  LKKS Sumbawa Santuni Anak Yatim di 6 Panti Asuhan

Lebih luas, peneliti senior dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali yang mewakili Dirjen Kebudayaan memaparkan tentang UU No. 15/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. (kesultanansumbawa.id)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *