Semua Etnis di Sumbawa Adalah Keluarga Besar Kesultanan Sumbawa

oleh
Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV bersama Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (doc: Prokopim Sumbawa)

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (29 Oktober 2022)–Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV mengingatkan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) menangkap tanda-tanda zaman karena perubahan dunia yang sangat cepat. LATS merupakan milik seluruh Tau Samawa sehingga peran serta masyarakat harus ada dalam setiap lini LATS.

Syaratnya, harus memiliki pengetahuan, kemampuan, dan kemauan untuk bergiat dalam memajukan adat, bekerja ikhlas, dan bekerja bersama-sama.

“Di tingkat global, perubahan sangat luar biasa, sehingga diperlukan suatu pegangan (parenti) bagi Tau Samawa agar dapat memiliki ketahanan dan benteng untuk beradaptasi dengan zaman yang terus berubah,” ujarnya.

Tugas LATS ke depan, ungkap YM Dewa Masmawa, agar bersama masyarakat untuk menguatkan kembali adat dan identitas Tau Samawa sehingga dapat menjaga marwah dan martabat Tau dan Tana Samawa.

Baca Juga  Pekerja Lokal Diblack-list, Bupati KSB Surati Presdir AMNT

“Kita tidak menafikkan sejarah, namun kita harus bisa menentukan sikap bahwa kita tidak lagi kembali ke belakang, dan tidak lagi membaca sejarah melalui kacamata zaman dulu. Namun mengambil kebaikan-kebaikan dari nilai-nilai adat kita yang masih relevan untuk mencapai Kerik Selamat Tau Tana Samawa,” ucapnya.

Di bagian lain Sultan Sumbawa mengingatkan para pemimpin daerah agar dapat menyatukan atau mempertemukan antara empati atau rasa asih yang dimiliki oleh pemimpin dengan kepercayaan yang datang dari rakyat. “Satemung pamendi ke panyadu. Na sedunung panyadu, harus sedunung pamendi,” ujar Sultan.

Selanjutnya mengingatkan kepada para generasi muda untuk berpikiran maju dan berani tampil di luar. Namun Sultan meminta untuk tetap menjaga identitas, integritas dan harga diri sebagai Tau Samawa. “Dimanapun berada, jaga adab edap dan marwah kita sebagai Tau Samawa,” imbuhnya.

Baca Juga  Tiba di Palu, Presiden Langsung Pimpin Ratas

Demikian dengan masyarakat Sumbawa yang sangat beragam, karena menetap berbagai suku dan agama. Sultan Sumbawa menegaskan bahwa mereka adalah orang Sumbawa. Dan semua orang Sumbawa adalah keluarga besar Kesultanan Sumbawa.

“Siapapun dan darimanapun asalnya, ketika berada dan menetap di Sumbawa, mereka adalah keluarga Kesultanan Sumbawa. Itulah nilai keberagaman, toleransi dan harmonisasi,” pungkasnya. (SR)

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *