Punya Keluarga ODGJ ? RSUD Sumbawa Siap Menjemput dan Merawat

oleh
RSUD Sumbawa siapkan Mobil Ambulance untuk menjemput ODGJ

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (24 September 2022)–Masyarakat yang memiliki keluarga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) tak perlu risau. Ketika membutuhkan perawatan, RSUD Sumbawa siap memberikan pelayanan kesehatan.

Saat ini RSUD Sumbawa meluncurkan program inovasi yakni siap menjemput dan memberikan pelayanan medis kepada ODGJ. Program itu dinamakan “Pelayanan Jiwa Empati Hantaran RSUD Sumbawa”. Dalam mendukung pelayanan tersebut, RSUD Sumbawa telah menyiapkan mobil ambulance khusus.

“Ini inovasi yang baru kami luncurkan, petugas kami siap menjemput ODGJ agar dapat tertangani dengan baik,” kata Direktur RSUD Sumbawa, dr. Dede Hasan Basri kepada samawarea.com, Sabtu (24/9).

Dalam pelayanan pasien jiwa lanjut Dokter Dede—sapaan Dirut RSUD inovatif ini, pihaknya telah menyiapkan belasan ruangan untuk merawat dan merehabilitasi pasien tersebut. Selain itu RSUD memiliki dua dokter spesialis jiwa, satu dokter umum dan sejumlah perawat.

Sebelumnya, setahun yang lalu, RSUD Sumbawa ditunjuk menjadi pusat perawatan jiwa bagi pasien ODGJ di Pulau Sumbawa. Penunjukan ini setelah pihak BPJS Kesehatan melakukan visitasi. Artinya, masyarakat Pulau Sumbawa tidak perlu lagi merujuk keluarganya yang mengalami ODGJ ke Mataram, karena RSUD Sumbawa memenuhi syarat untuk menanganinya.

Baca Juga  Kepala Pelaksana BPBD NTB Kini Dijabat I Gusti Bagus Sugihartha

Disinggung mengenai biaya, Dokter Dede menyatakan akan ditanggung BPJS jika terdaftar sebagai peserta BPJS. Ketika tidak mengantongi BPJS, dapat ditanggulangi menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

Tak hanya pasien OGDJ, RSUD Sumbawa melayani perawatan atau penyembuhan para penyalahguna dan pecandu narkoba. “RSUD menjadi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yakni pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, dan/atau lembaga rehabilitasi yang ditunjuk oleh pemerintah. Ini dikhususkan untuk merawat atau merehabilitasi para pecandu narkotika yang sudah cukup umur. Dari proses pengobatan secara terpadu ini dapat membebaskan pecandu, penyalahguna, dan korban penyalahgunaan narkotika dari ketergantungan narkotika,” jelasnya.

Belum lama ini juga, RSUD Sumbawa berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Sumbawa membangun Balai Rehabilitasi Adhiyaksa di RSUD Sumbawa wilayah Sering, Kecamatan Unter Iwis. Kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen dua institusi tersebut dalam memerangi peredaran gelap narkoba di Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga  Amankan Sekelompok Remaja di Saliperate, Satpol PP Sita Arak dan Ketapel Panah

Seperti diberitakan, sejak RSUD Sumbawa dipimpin Dr. Dede Hasan Basri, banyak inovasi yang dilakukan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan. Mulai dari pemeriksaan CT-Scan, pelayanan kesehatan Calon TKI/TKW, pelayanan hemodialisa (cuci darah), pelayanan jiwa, dan pelayanan kesehatan para pecandu narkoba. Dari inovasi ini, pasien tidak lagi dirujuk ke luar daerah.

Berbagai inovasi ini, RSUD Sumbawa berharap dapat menjadi rumah sakit terbaik di Pulau Sumbawa. Dengan predikat tersebut pastinya semua fasilitas akan dipenuhi, dan sumberdaya manusia akan diupgrade sehingga berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (SR)

Azzam Bappenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *