Setelah 50 Hektar, Ahli Waris Sangka Suci Siap Gugat Fenco untuk Lahan 10 Hektar

oleh -256 Dilihat
Herdiyanto—pemilik sekaligus penerima kuasa dari Ny. Sangka Suci didampingi Kuasa Hukumnya, Dr. Umaiyah SH MH saat menggelar jumpa pers, Selasa (20/9/2022)

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (20 September 2022)–Setelah berhasil mengeksekusi lahan seluas 50 hektar di Samota, Kabupaten Sumbawa, dari tangan Fenco Widjaya—pemilik UD Ratna, Herdiyanto selaku ahli waris sekaligus penerima kuasa dari Ny. Sangka Suci, akan kembali merebut 10 hektar lagi. Lahan 10 hektar tersebut berada di obyek berbeda namun dalam kawasan Samota. Lahan itu juga dikuasai oleh Fenco Widjaya.

Kepada media ini, Selasa (20/9), Herdiyanto didampingi kuasa hukumnya, Dr. Umaiyah SH MH, mengatakan, dalam dua atau tiga minggu pasca eksekusi lahan 50 hektar, akan mengajukan gugatan terhadap Fenco Widjaya atas penguasaan lahan seluas 10 hektar lainnya.

Ia menilai penguasaan lahan 10 hektar itu hampir sama dengan penguasaan lahan 50 hektar yang kini telah dimenangkannya melalui proses Kasasi di Mahkamah Agung. “Dua atau minggu mendatang, kami masukkan gugatan,” katanya.

Herdiyanto yang juga salah satu orang penting di Kementerian Olahraga RI ini masih membuka jalan bagi Fenco untuk dapat menyelesaikan persoalan lahan 10 hektar itu secara damai (non litigasi), sebelum ditempuh upaya hukum. Opsi kekeluargaan ini pernah juga ditawarkan kepada Fenco ketika ada putusan pengadilan yang memenangkannya atas lahan 50 hektar yang kini telah dieksekusi, Selasa (20/9/2022) tadi.

Namun saat itu, Fenco menolaknya, sehingga prosesnya sampai tahap Kasasi di Mahkamah Agung. Hasilnya pun menguatkan putusan banding sekaligus menolak permohonan Kasasi Fenco. “Kami membuka diri jika ingin menyelesaikan masalah ini secara damai, kita bicarakan baik-baik,” ucapnya.

Baca Juga  Safari Jumat, Kapolres Sumbawa Siap Jadi Khatib

Opsi damai ini sudah pernah ditawarkan kepada pihak lain yang juga menguasai lahan milik Sangka Suci. Dari tawaran ini ada dua orang yang bersedia. Yaitu Pengusaha Property Beranda Samota. Lahan seluas 1 hektar lebih yang telah dibangun perumahan ini, hendak digugatnya. Karena memilih jalan damai dan kekeluargaan, lahan yang harga pasarannya Rp 1,5—1,7 milyar per hektar itu hanya dihargakan Rp 200 juta.

“Kami hanya menerima 200 juta, karena kami menilai pihak Beranda Samota telah beritikad baik untuk menyelesaikan masalah itu melalui cara damai,” ujarnya.

Selain Pengusaha Beranda Samota, ungkap Herdiyanto, ada juga pejabat Sumbawa yang memilih opsi damai. Dari opsi ini, pejabat itu membayar kepadanya Rp 400 juta, sehingga pihaknya urung melakukan gugatan secara hukum. Diakuinya, masih banyak tanah miliknya yang dikuasai pihak lain.

Seperti Ali BD seluas 50 hektar yang masih berproses di pengadilan, Farid Wajdi 20 hektar, Ipin 2 hektar, Dokter Cris 6 hektar, Abdullah 1,5 hektar, dan satu lagi Beranda Samota yang dibeli dari mantan Kapolres Sumbawa. “Kami tengah mempersiapkan gugatan hukum. Tapi kami juga menyiapkan opsi damai, seperti yang pernah kami lakukan,” demikian Herdiyanto. (SR)

 

Bappenda Azzam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.